10 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Peredaran Uang di Kaltim Tembus Rp11,2 Triliun


Peredaran Uang di Kaltim Tembus Rp11,2 Triliun

KLIKKALTIM.COM- Sepanjang 2017, uang beredar di Kalimantan Timur mencapai Rp11,2 triliun melalui perbankan maupu kas titipan. Angka tersebut mengalami kenaikan 2 persen ketimbang 2016 senilai Rp11,01 triliun.

"Uang yang diedarkan sebanyak itu terdiri dari uang kertas Rp11,19 triliun dan uang logam Rp11,13 miliar," ujar Kepala BI Perwakilan Kaltim Muhammad Nur di Samarinda, Rabu (3/1/2018).

Secara rinci, ia menjelaskan, uang kertas yang diedarkan terdiri atas pecahan Rp100.000 senilai Rp6,98 triliun, pecahan Rp50.000 senilai Rp3,76 triliun, pecahan Rp20.000 senilai Rp154,17 miliar, pecahan Rp10.000 sebesar Rp132,83 miliar, dan pecahan Rp5.000 senilai Rp104,06 miliar.

Didampingi I Nyoman Ariawan Atmaja selaku Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah, Nur melanjutkan, untuk uang yang didistribusikan guna memenuhi masyarakat dan empat kas titipan yang tersebar di empat kawasan mencapai Rp3,9 triliun, yakni kas titipan di Sangatta, Kabupaten Kutai, Timur senilai Rp2,02 triliun.

Kemudian kas titipan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara, senilai Rp270,76 miliar, kas titipan di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, senilai Rp723,74 miliar, dan kas titipan di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, senilai Rp947,05 miliar.

Ia juga mengatakan bahwa uang yang masuk lagi ke BI Kaltim pada 2017 senilai Rp7,615 triliun, terdiri atas uang kertas sebesar Rp7,614 triliun dan uang logam Rp71 juta. "Uang yang masuk tersebut mengalami peningkatan 7 persen ketimbang 2016 yang tercatat Rp7,08 triliun," tambahnya.

Sedangkan rincian uang masuk tahun 2017 yang senilai Rp7,615 triliun itu, meliputi pecahan Rp100.000 senilai Rp4,58 triliun, pecahan Rp50.000 senilai Rp2,73 triliun, pecahan Rp20.000 senilai Rp102,82 miliar, pecahan Rp10.000 sebesar Rp87,09 miliar, dan pecahan Rp5.000 senilai Rp68,25 miliar.

Untuk tahun 2018, lanjut Nur, Bank Indonesia berusaha agar pengiriman uang di beranda depan negara bisa lebih baik dan dipercepat karena kebutuhan uang baru di perbatasan juga penting, sementara jumlah perbankan di wilayah itu juga terbatas sehingga masih mengandalkan kas titipan. (*)

Reporter : Omar N | Antara    Editor : Rama Dwi Pradipta



Comments

comments


Komentar: 0