Dihadiahi Rp 3 Miliar dari Pusat untuk Tekan Pengangguran; Rp 600 Juta Bikin Pelatihan, Sisanya Dialihkan Program Lain
Ilustrasi AI-- Porsi anggaran untuk pengentasan pengangguran dalam bentuk pelatihan hanya 20 persen dari pagu anggaran yang diberikan.
BONTANG- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang hanya mendapatkan alokasi Rp600 juta dari total Rp3 miliar reward yang diberikan pemerintah pusat untuk penanganan pengangguran.
Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Bontang Asdar Ibrahim. Kata dia, alokasi Rp600 juta tersebut digunakan untuk menggelar tiga kegiatan pelatihan.
Setiap pelatihan dialokasikan anggaran Rp200 juta. Pelatihan itu menyasar masyarakat dengan kualifikasi kurang mampu dan seluruhnya digelar secara gratis.
Asdar mengaku alokasi untuk sisa anggaran Rp3 miliar diserahkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai otoritas kebijakan penganggaran. Namun, ia menilai ada program prioritas lainnya semisal penanganan stunting atau infrastruktur yang juga bisa dibiayai dari duit tersebut.
"Kami dapat tiga pelatihan. Paling banyak diminati ialah pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Umum. Sisanya juga banyak dan sedang berjalan," ucap Asdar Ibrahim.
Lebih lanjut, total kegiatan pelatihan sepanjang 2026 ini sebanyak 21 kali. Beberapa pelatihan sudah rampung, sementara lainnya masih berlangsung.
Program pelatihan ini telah diikuti ratusan peserta. Jenis pelatihan difokuskan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor industri.
"Sudah lumayan ada tambahan anggaran itu. Kami upayakan maksimal untuk meningkatkan SDM," sambungnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Bontang membawa kado senilai Rp3 miliar setelah berhasil meraih penghargaan tingkat I kategori Penurunan Angka Pengangguran di Regional Kalimantan.
Penghargaan itu diterima melalui ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (5/5/2026) lalu.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengaku tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan. Salah satu program yang dilakukan ialah pembinaan dan pelatihan sertifikasi agar warga Bontang memiliki keahlian yang memadai.
Terlebih, Bontang merupakan kawasan industri. Pelatihan yang disiapkan juga harus mengikuti kebutuhan perusahaan. Bahkan, di akhir pelatihan para peserta mendapatkan sertifikasi.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: