•   14 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

DLH Bontang Curiga Minyak yang Cemari Laut Beras Basah Berasal dari Tanker

Bontang - M Rifki
13 Oktober 2026
 
DLH Bontang Curiga Minyak yang Cemari Laut Beras Basah Berasal dari Tanker Petugas dari DLH Bontang mengambil sampel air di bibir pantai Beras Basah, Sabtu (10/10/2026).

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang mencurigai dugaan pencemaran minyak atau oli di perairan Beras Basah berkaitan dengan aktivitas tanker.

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengaku, dugaan tersebut diperoleh setelah tim melakukan penelusuran berdasarkan keterangan warga sekitar. Area perairan yang diduga mengalami pencemaran diperkirakan mencapai radius 300 meter dari pelabuhan Beras Basah.

"Kami koordinasi ke warga dan KSOP. Curiganya karena ada warga melihat aktivitas tanker yang masif," ucap Heru.

Kendati begitu, tim tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dia mengatakan tengah menunggu hasil uji sampel yang diambil dari tiga titik. Secara kasatmata, tiga sampel air yang diambil pada Sabtu (10/10/2026) lalu terlihat bercampur dengan material menyerupai oli atau minyak.

"Akan kami sampaikan hasil lab kami ke provinsi. Karena penegakan hukum terkait dugaan pencemaran lingkungan menjadi kewenangan Pemprov Kaltim," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, laut di perairan Bontang diduga tercemar pada Sabtu (10/10/2026) dini hari. Dugaan pencemaran akibat material menyerupai minyak dan oli tersebut juga telah dilaporkan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar-Ekraf) Bontang.

Kepala Disporapar-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan informasi awal diterima dari pedagang di Pulau Beras Basah. Petugas Disporapar kemudian melakukan pemantauan di lapangan sejak pagi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, air laut di kawasan tersebut diduga bercampur material menyerupai minyak. Namun, jenis material yang ditemukan belum dapat dipastikan. Informasi mengenai dugaan pencemaran tersebut telah dilaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang dan Kepala DLH Bontang untuk ditindaklanjuti.

“Saya sudah dapat laporan dari anggota. Ini kami langsung meneruskan informasi tersebut,” ucap Eko. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR