Dua Anak Terjebak Kebakaran di Tenggarong Ditemukan Meninggal Dunia, 11 Rumah Hangus
Kebakaran melanda permukiman di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam. (ist)
TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.50 WITA itu mengakibatkan 11 rumah warga hangus terbakar dan dua anak meninggal dunia.
Bangunan yang terbakar meliputi rumah warga, Asrama Kecamatan Tabang, serta Bangsalan tujuh pintu. Selain korban jiwa, seorang pria bernama Hamri Noor mengalami luka bakar ketika berusaha menyelamatkan kedua anaknya yang terjebak di dalam rumah.
Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi, membenarkan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Keterangan itu disampaikannya pada Rabu (14/10/2026).
“Kebakaran itu mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar serta 11 rumah terbakar,” ujar Nahrawi.
Berdasarkan keterangan saksi, api diduga bermula dari rumah Hamri Noor. Sebelum kobaran api membesar, saksi melihat meteran listrik di salah satu rumah terbakar. Api kemudian membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air yang dibawa dengan ember. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api.
“Warga sudah mencoba memadamkan api dengan menggunakan air pada ember, namun tidak berhasil dan api membesar,” terangnya.
Di tengah situasi tersebut, Maratus Salehah, istri Hamri Noor, berteriak meminta pertolongan. Kedua anaknya saat itu masih berada di dalam rumah dan belum berhasil diselamatkan.
Mendengar teriakan istrinya, Hamri Noor berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kedua anaknya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Ia mengalami luka bakar saat berusaha keluar dari rumah.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar kemudian dikerahkan untuk menangani kebakaran. Setelah berjibaku melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 01.35 WITA.
Proses penanganan berlanjut dengan pencarian dan evakuasi korban di lokasi kebakaran. Kedua anak yang sebelumnya terjebak di dalam rumah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 03.28 WITA.
“Pada pukul 3.28 WITA, kedua anak tersebut ditemukan meninggal dunia,” ungkap AKP Nahrawi.
Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik di rumah Hamri Noor. Meski demikian, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Akibat kebakaran yang menghanguskan 11 rumah itu, total kerugian materi ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: