•   08 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dana Rp 133 Miliar Dititip ke BPD Kaltimtara Dividen Hanya Rp 3 M; Dewan : Bank Himbara Bisa Rp 7 Miliar

Bontang - M Rifki
08 September 2026
 
Dana Rp 133 Miliar Dititip ke BPD Kaltimtara Dividen Hanya Rp 3 M; Dewan : Bank Himbara Bisa Rp 7 Miliar Anggota DPRD Bontang Nursalam saat menyampaikan interupsi di Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan APBD-P 2026, Senin (7/9/2026)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Nursalam meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan investasi pemerintah ke BPD Kaltimtara.

Sebab, dari ratusan miliar yang disimpan di bank plat merah ini hanya menghasilkan Rp 3,3 miliar saja padahal peluang jika dideposito ke bank lain bisa mendapat Rp 7 miliar. 

Politisi Golkar ini menjelaskan suntikan modal Rp133 miliar ke Bank Kaltimtara belum memberikan dampak optimal terhadap pendapatan daerah. Ia mengusulkan agar dana Rp133 miliar tersebut dialihkan ke deposito pada bank Himbara.

“Dividen kita terima hanya Rp3,3 miliar. Kalau itu didepositokan ke Himbara, bayangkan kita bisa dapat sampai Rp7 miliar. Apalagi dividen tiap tahun terus menyusut,” ucap Nursalam saat menginterupsi sidang paripurna dalam rangka penyampaian Nota Kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2026, Senin (7/9/2026).

Alasan Nursalam meminta Pemkot Bontang melakukan evaluasi juga cukup jelas. Dividen Bank Kaltimtara sebelumnya sempat tembus Rp12 miliar. Kemudian menurun menjadi Rp7 miliar, turun lagi menjadi Rp4 miliar, dan pada 2026 hanya mencapai Rp3,3 miliar.

Bahkan, asumsi pendapatan atau dividen Bank Kaltimtara untuk Bontang terus merosot. Pada 2027 mendatang, angka tersebut justru diproyeksikan kembali turun menjadi Rp2,7 miliar.

Untuk itu, Nursalam meminta pemerintah mendesak Bank Kaltimtara agar meningkatkan keuntungan yang diberikan kepada daerah. Menurutnya, tambahan pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Harus dicek, Bunda. Soalnya kita turun terus empat tahun ke belakang. Dari Rp12 miliar jadi Rp3 miliar saja,” sambungnya.

Menjawab hal tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengaku perhitungan dividen Bank Kaltimtara memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sebagai kuasa pemegang saham.

Apalagi, terdapat 17 wilayah yang harus mendapatkan pembagian dividen. Sementara itu, posisi Bontang berada di urutan ketujuh. Hal tersebut juga dipengaruhi penyertaan modal Bontang yang tidak bertambah.

“Memang mereka yang hitung semua. Kita di daerah juga melihat tren bisnis dari Bank Kaltimtara. Tapi usulan ini akan kami pertanyakan,” ucap Neni.

Neni mengatakan, penyertaan modal di Bank Kaltimtara tidak serta-merta dialihkan ke bank Himbara. Menurutnya, langkah tersebut juga perlu mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas Bank Kaltimtara.

“Insyaallah kami akan teruskan informasi itu,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR