•   17 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Kebakaran di Jalan Flores Bontang Sempat Meluas, Titik Api Tak Terjangkau

Bontang - M Rifki
16 Oktober 2026
 
Kebakaran di Jalan Flores Bontang Sempat Meluas, Titik Api Tak Terjangkau Kebakaran di Jalan Soekarno-Hatta Eks Flores sempat meluas hingga pukul 22.30 Wita tadi. (Klik Kaltim)

BONTANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Soekarno-Hatta Eks Flores Bontang Barat sempat meluas pada Kamis (15/10/2026) malam tadi. Radius karhutla bahkan mencapai 750 meter. 

Sekretaris Disdamkartan Bontang Sarkani mengatakan 50 personil yang diterjunkan kesulitan memadamkan seluruh titik api. Pasalnya alat semprot yang dimiliki hanya sepanjang 500 meter. Walhasil petugas Disdamkartan tidak mampu menembus ujung titik api. Padahal di dalamnya masih banyak terdapat semak belukar kering. 

"Hampir 6 jam kami mencoba memadamkan kebakaran. Kami kesulitan karena alat tidak mampu. Alat manual juga tidak ada," tuturnya. 

Sarkani memaparkan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 5 hektere lebih. Namun karhutla berpotensi meluas karena api dengan intensitas sedang masih menyala. 

“Karena tidak terjangkau, Jadi kami hanya memantau hingga api mengecil,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, di tengah maraknya kasus karhutla seluruh personil dituntut dalam kondisi prima. Agar kesehatan petugas tidak drop  akibat tingginya paparan asap, mereka diberikan vitamin serta asupan penetral.

"Alhamdulillah kepala daerah menyuplai vitamin tambahan untuk petugas. Jadi kami dalam kondisi prima," sambungnya. 

Sarkani juga mengimbau masyarakat tidak membakar sembarangan, karena dapat memicu karhutla. Selain berdampak pada lingkungan, karhutla juga mengancam nyawa manusia.

"Coba bayangkan petugas 24 jam ini berjibaku sama karhutla. Kami minta stop bakar lahan," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, Kebakaran hebat hutan dan lahan terjadi jalan Soekarno-Hatta pada Kamis (15/10/2026) sore. 

Api begitu membesar hingga seluruh personil Disdamkartan kualahan. 

Kepala Disdankartan Bontang Amiluddin mengatakan api sulit dijinakkan karena armada kehabisan air.

Dia juga meminta bantuan warga yang memiliki tangki membantu suplai air. 

"Ini kondisi api sudah sangat sulit dikendalikan. Bagi yang memiliki tanki bisa membantu support airnya. Semua armada sudah dikerahkan," ucap Amiluddin.

 






TINGGALKAN KOMENTAR