Komplotan Maling Ini Bikin PJU di Bontang Padam, Raup Puluhan Juta Rupiah
Polisi mengamankan 6 tersangka pencurian.
BONTANG – Polisi mengungkap aksi komplotan pencuri kabel dan instalasi listrik yang diduga menjadi penyebab padamnya sejumlah fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bontang dalam beberapa waktu terakhir.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, enam pelaku mengaku menjalankan aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam setiap aksinya, para pelaku bekerja secara terorganisasi dengan pembagian tugas masing-masing. Dua orang bertugas mengawasi situasi, tiga orang berperan sebagai eksekutor, sementara satu orang bertugas mengemudikan kendaraan.
Menurut pengakuan para tersangka, aksi pencurian telah dilakukan sejak awal 2026. Kabel dan instalasi listrik hasil curian kemudian dijual secara terpisah, sementara uang hasil penjualan dibagi rata di antara para pelaku.
"Mereka ini yang paling parah mencuri kabel PJU di Jalan S. Parman. Semua sudah kami ringkus dan diproses hukum," ujar AKP Putu.
Enam pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HMP (32), G (20), ARM (23), MRJ (23), JE (34), dan AS (39). Seluruhnya ditangkap dalam waktu kurang dari satu hari pada 17 Juli 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mencatat sedikitnya 16 lokasi yang menjadi sasaran komplotan tersebut, yakni:
Dua titik di Kelurahan Bontang Kuala.
Gang Atletik 16.
Pasar Rawa Indah.
Jalan Pelabuhan, Kelurahan Tanjung Laut.
Depan Klinik Aini Rasyifa.
Kabel penerangan milik Dishub di Jalan Tanjung Laut.
Depan Hotel Andika.
Kabel grounding HOP 1.
HOP 5.
Dekat PT Black Bear.
Kabel penerangan Dishub dekat BPD Telihan.
Kabel penerangan Dishub di Jalan S. Parman.
Kabel penerangan Dishub di turunan RSUD Taman Husada, Jalan S. Parman.
Depan STITEK Bontang.
Simpang Sangatta.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: