•   18 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Lahan Seluas 23 Hektare di Bontang Lestari Terbakar Kurun 3 Hari; Warga hingga Aparat Ikut Bantu Padamkan

Bontang - M Rifki
17 Oktober 2026
 
Lahan Seluas 23 Hektare di Bontang Lestari Terbakar Kurun 3 Hari; Warga hingga Aparat Ikut Bantu Padamkan Petugas berusaha memadamkan kobaran api di lahan yang terbakar di kawasan Bontang Lestari. (Ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama tiga hari telah menghanguskan 23,7 hektare lahan di Jalan Soekarno-Hatta (eks Flores).

Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan lokasi kebakaran yang sulit diakses menjadi masalah utama bagi petugas untuk menjangkau titik api.

Akibatnya, api dengan cepat meluas. Ditambah lagi, angin kencang memperparah kondisi sehingga api semakin cepat menyebar. Bahkan, jangkauan api mencapai radius 750 meter.

Sementara itu, jangkauan peralatan yang dimiliki BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) hanya mampu menjangkau api dalam radius 500 meter.

Karhutla mulanya terjadi pada Kamis (15/10/2026). Saat itu, api membesar dan dapat ditangani dalam waktu kurang lebih delapan jam. Setelah api diyakini padam, petugas sempat kembali.

Namun, tidak berselang lama, pada Jumat (16/10/2026) pagi, api kembali membara. Petugas gabungan dari BPBD, Disdamkartan, TNI, Polri, relawan, dan warga kembali berjibaku memadamkan api.

Puncak kebakaran terjadi pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. Akhirnya, api mulai terkendali. Meski demikian, titik panas yang masih terpantau akan terus dimonitor.

"Kalau dilihat, ini yang terbesar. Kami, petugas, bergotong royong menjangkau wilayah yang sulit. Kemudian, titik yang tidak bisa dijangkau tinggal dipantau," ucap Ismail.

Dirinya berharap tragedi kebakaran hebat di hutan dan lahan tersebut bisa berakhir. Sebab, dampaknya dapat dirasakan warga, mulai dari ancaman terhadap kesehatan hingga keselamatan.

"Stop bakar hutan dan lahan. Petugas sudah maksimal bekerja," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi gotong royong terlihat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta (eks Flores), Jumat (16/10/2026).

Warga bergantian memberikan bantuan konsumsi kepada petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api. Berdasarkan informasi yang diterima Klik Kaltim, bantuan yang diberikan warga berupa makanan ringan, makanan berat, hingga berbagai konsumsi lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, mengapresiasi kepedulian masyarakat. Menurutnya, bantuan warga membantu menjaga stamina dan semangat petugas selama proses pemadaman berlangsung.

"Alhamdulillah banyak orang dermawan. Ada saja yang bantu beli. Kami sedang sibuk padamkan api. Jadi saat bergantian, petugas yang istirahat bisa langsung isi tenaga," ucap Amiluddin.






TINGGALKAN KOMENTAR