•   03 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Nego Ulang Utang Direktur Lama Tak Dipenuhi; PT LBB Dituntut ke Pengadilan

Bontang - M Rifki
02 Juli 2026
 
Nego Ulang Utang Direktur Lama Tak Dipenuhi; PT LBB Dituntut ke Pengadilan Aktivitas di Pelabuhan Loktuan Bontang.

BONTANG - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Loktuan PT Laut Bontang Bersinar (LBB) menghentikan pembayaran hutang kepada investor karena menilai skema bunga terlalu tinggi. Imbasnya pihak kreditur membawa kasus ini ke meja hijau.

Direktur PT LBB Hariadi menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan pembayaran utang secara rutin selama 2 tahun. Ternyata cicilan hanya menutup bunga dan tidak mengurangi hutang pokok sebesar Rp2,9 miliar. Manajemen menganggap kondisi tersebut merugikan perusahaan dan mengajukan restrukturisasi perjanjian pembayaran.

"Ternyata hutang kami masih tetap Rp2,9 miliar. Kami anggap tidak proporsional dan bunga terlalu tinggi. Makanya kami hentikan pembayaran sejak 2025," ucap Hariadi, Rabu (1/7/2026).

Namun permintaan itu rupanya tak disetujui pihak kreditur dan memilih mengajukan gugatan secara perdata di Jakarta. Kasus ini tengah berjalan dan masuk di tahapan mediasi. 

"Karena kami stop makanya mereka menggugat. Tapi tidak masalah, kami akan hadapi itu,” tuturnya. 

Persoalan finansial yang membelit anak usaha perusahaan umum daerah (Perumda) Bontang ini dimulai sejak mendapat pinjaman Rp2,9 miliar pada 2023 lalu. Kala itu PT LBB masih dinahkodai Muhammad Lien Sikin. Berdasarkan kesepakatan, PT LBB diwajibkan menyetorkan angsuran Rp67 juta/bulan. Jika diakumulasikan dari tahun 2023 hingga 2025, maka total pembayaran mencapai Rp1,1 miliar. 

Sikap perusahaan mengajukan restrukturisasi pembayaran ini dimulai saat Hariadi menjabat tahun lalu. Dia berharap persoalan ini segera tuntas agar kondisi keuangan perusahaan kembali sehat dan mampu memberikan deviden ke Pemkot.

"Kalau sudah kelar kami akan fokus ke deviden," sambungnya. 

Menyikapi hal itu Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta manajemen segera menuntaskan persoalan tersebut. Apalagi pelabuhan Loktuan telah dibidik oleh investor yang berminat menggelontorkan dana ratusan miliar. Pembenahan diperlukan untuk meyakinkan investor.

"Informasi ini sudah kami sampaikan ke calon investor baru. Mereka juga memahami kondisi awal LBB yang perlu suntikan dana. Mereka meminta PT LBB presentasi lagi," terang Agus Haris. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR