•   20 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pencemaran di Beras Basah Terjadi Lagi, Ekosistem Laut Terancam

Bontang - M Rifki
19 Oktober 2026
 
Pencemaran di Beras Basah Terjadi Lagi, Ekosistem Laut Terancam Tim dari Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel air di perairan Beras Basah. (Dok)

BONTANG – Pencemaran di perairan Pulau Beras Basah Bontang, Kalimantan Timur kembali Terulang. Laut di Lokasi wisata andalan ini dipenuhi tumpahan minyak berwarna hitam. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) Kota Bontang mengatakan menerima aduan pertama pada Sabtu (10/10/2026) lalu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengujian sampel oleh dinas terkait. 

Beberapa hari kemudian. Dispoparekraf kembali menerima aduan yang sama dari para pedagang dan wisatawan. Kendati volume pencemaran tak separah kejadian pertama. Informasi tersebut pun telah diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pihak berwenang. 

"Terkadang kalau arus mengarah ke Beras Basah, ada terlihat semacam lapisan minyak di atas perairan. Biasanya terlihat di pagi hari. Tapi tidak setiap hari. Tergantung arus dan angin juga," ucap Eko Mashudi, Senin (19/10/2026).

Sebelumnya diberitakan, DLH Kota Bontang merilis hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran di perairan Pulau Beras Basah. Hasil pengujian menunjukkan adanya kandungan minyak serta logam berat yang berpotensi merusak ekosistem laut.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, melalui Kepala Laboratorium, Suryadi, mengatakan bahwa dari tiga sampel yang diambil, ditemukan kandungan minyak (oil) dalam air. Hasil pengujian juga menunjukkan parameter seng (Zn) dan timbal (Pb) melebihi baku mutu.

"Hasilnya menunjukkan parameter Seng (Zn) dan Timbal (Pb) melebihi baku mutu. Kemudian wisata bahari dan biota laut terancam sesuai dengan Lampiran VIII PP Nomor 22 Tahun 2021," ucap Suryadi. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR