•   10 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Perusahaan Setuju Hibahkan Lahan, Pemkot Siapkan 2 Opsi Perbaikan Jembatan SMP 5 Bontang

Bontang - M Rifki
09 Oktober 2026
 
Perusahaan Setuju Hibahkan Lahan, Pemkot Siapkan 2 Opsi Perbaikan Jembatan SMP 5 Bontang Jembatan SMP Negeri 5 Kota Bontang.

BONTANG - Kepastian untuk memperbaiki jembatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 mulai mencapai titik terang. PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nusa Etika (KNE) sepakat menghibahkan lahan mereka kepada Pemerintah Kota Bontang.

Dari catatan Klik Kaltim, jembatan berukuran panjang 80 meter dengan lebar 10 meter perlu dibangun ulang karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Untuk membangun jembatan tersebut pun memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi di tengah kondisi APBD 2027 yang semakin merosot.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bontang menyiapkan dua opsi. Pertama, pembangunan jembatan meminta bantuan melalui dana CSR perusahaan. Atau diusulkan melalui dana pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris akan mencarikan solusi terkait anggaran yang dibutuhkan. Dinas teknis PUPR Kota dan Disdikbud Bontang diminta merampungkan dokumen perencanaan agar pembangunan bisa segera dilakukan.

“Kalau misalkan itu disetujui perusahaan dan dibangunkan, kita lebih oke. Lebih enak karena posisi anggaran ke depannya semakin tertekan,” kata Agus Haris.

PT KNE Setujui Hibah Jembatan

Direktur Utama PT Kaltim Nusa Etika (KNE) Herliani memberikan kepastian hibah lahan untuk fasilitas umum akan diberikan kepada Pemkot Bontang. Saat ini, usulan tersebut telah disampaikan kepada dewan komisaris dan pemegang saham.

“Intinya beliau-beliau setuju. Jadi memang tinggal proses administrasinya saja,” kata Herliani.

KNE juga meminta komitmen Pemkot Bontang terkait fungsi jembatan nantinya. Akses tersebut diharapkan menjadi fasilitas umum yang dapat digunakan masyarakat sekitar, bukan hanya untuk SMPN 5.

Perusahaan juga meminta agar Pemkot Bontang mendesain jembatan agar bisa terhubung ke kawasan kantor PT KNE yang tidak jauh dari lokasi SMP Negeri 5.

“Paling tidak itu sebagai fasilitas umum dan bisa dipakai oleh warga sekitar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak ratusan siswa dan guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 harus bertaruh nyawa setiap hari saat melintas di jembatan yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Mencegah adanya insiden jembatan ambruk, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak pada Senin (7/9/2026) pagi tadi.

Kepala SMP Negeri 5 Bontang, Muhiddin, mengatakan kondisi jembatan yang sudah mulai tidak kokoh ini sudah acap kali dilaporkan.

Hanya saja, pihak sekolah selalu mendapatkan jawaban yang belum pasti. Alasannya karena jembatan tersebut berada di kawasan perusahaan.

Berdasarkan laporan yang ia sampaikan, selama 21 tahun jembatan ini berdiri, belum pernah ada perbaikan. Dia menilai perusahaan bisa turun tangan dalam memberikan akses infrastruktur tersebut. Jika tidak, aset tersebut diminta diserahkan kepada pemerintah agar bisa ditindaklanjuti.

"Selama ini perbaikan tidak pernah menyasar bagian bawah jembatan. Kondisi saat ini sudah memprihatinkan. Harus gerak cepat. Jangan tunggu ambruk baru mau diserahkan," ucap Muhiddin.






TINGGALKAN KOMENTAR