•   08 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Wali Kota Neni Larang Usulan Pembiakan Ayam di Program RT; Hanya Bertahan 2 Tahun, Munculkan Aroma Tak Sedap

Bontang - M Rifki
08 September 2026
 
Wali Kota Neni Larang Usulan Pembiakan Ayam di Program RT; Hanya Bertahan 2 Tahun, Munculkan Aroma Tak Sedap Ilustrasi peternakan/AI

BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melarang usulan program RT untuk pembiakan ayam di lingkungan warga.

Alasannya, umur ayam hanya 2 tahun sehingga manfaat untuk warga hanya bersifat temporer. Selain itu, aroma tak sedap dari kandang di pemukiman warga akan menjadi masalah di kemudian hari. 

Untuk informasi, saban tahun tiap RT menerima dana Pro RT Plus dengan anggara Rp 20 juta. Dari laporan yang diterima, Neni mengaku banyak RT mengajukan untuk pembiakan ayam. 

Menurut Neni, selain usia unggas yang singkat peternakan di tengah kota akan dikeluhkan warga karena menyebabkan aroma tak sedap, kecuali di Kelurahan Bontang Lestari dan Guntung.

"Banyak yang usulkan untuk ternak ayam. Saya bilang jangan dipaksakan. Ongkos kandang ayam itu besar. Jadi kami batasi hanya di dua kelurahan, Guntung dan Bontang Lestari," ucap Neni.

Neni mencontohkan program urban farming pada 2025 lalu yang tidak seratus persen bertahan hingga saat ini.

Hasil evaluasi kemudian menyepakati program prioritas Pro RT Plus hanya untuk pengembangan infrastruktur wilayah serta sarana dan prasarana.

Pengadaan tersebut dinilai lebih efektif ketimbang mengalokasikan anggaran untuk program yang belum tentu berkelanjutan.

Tim juga tidak serta-merta langsung menyetujui usulan warga karena harus melihat skala prioritas.

"Anggaran juga tidak seberapa. Jadi kami minta dikelola untuk program yang betul-betul prioritas," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi keuangan daerah yang terus menyusut menyebabkan pemerintah harus memangkas alokasi belanja program-program janji politik pasangan Wali Kota Neni Moernaeni dan Wawali Agus Haris.






TINGGALKAN KOMENTAR