270 Siswa Masuk Sekolah Rakyat Samarinda, Pemkot Temukan Celah Keamanan di Gedung Baru
Sekda Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti saat meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda di Jalan Stadion Utama, Palaran, usai pembukaan MPLS tahun ajaran 2026/2027.
KLIKKALTIM- Gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda di Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran, mulai digunakan untuk kegiatan pendidikan tahun ajaran 2026/2027.
Sebanyak 270 siswa baru kini menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah sebelum mengikuti pembelajaran penuh.
Sekolah yang dibangun Kementerian Sosial tersebut sebelumnya menjalankan aktivitas belajar di gedung rintisan. Tahun ini menjadi awal pemanfaatan kompleks baru dengan konsep pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan akses sekolah, tetapi juga menjadi upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang memiliki kualitas dan keterampilan untuk masa depan.
“Ini bukan hanya membantu perekonomian keluarga. Ke depan kita membina anak-anak kita agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Neneng saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda (31/7/2026).
Dalam program ini, kebutuhan siswa selama menjalani pendidikan di asrama ditanggung pemerintah, mulai dari fasilitas belajar, tempat tinggal hingga konsumsi harian.
Meski telah mulai digunakan, Pemkot Samarinda masih meminta adanya penyempurnaan terhadap sejumlah bagian gedung. Catatan utama pemerintah berkaitan dengan keamanan siswa yang akan tinggal di lingkungan sekolah sepanjang hari.
Neneng menyebut beberapa titik seperti area tangga, lantai dua, serta bagian tertentu di dalam bangunan perlu dilengkapi pengamanan tambahan.
“Gedungnya sudah siap digunakan, hanya ada beberapa catatan kecil yang berkaitan dengan keselamatan anak-anak. Ini penting karena mereka akan tinggal dan beraktivitas di sini,” ujarnya.
Selain perbaikan fasilitas fisik, pemerintah juga akan membahas kesiapan operasional lain bersama pihak terkait, termasuk pengelolaan sampah dan sistem air limbah agar berjalan optimal ketika seluruh aktivitas sekolah berlangsung.
Kepala Dinas Sosial Samarinda Mochammad Arief Surochman mengatakan setelah MPLS, para siswa akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari tahapan awal sebelum masuk pembelajaran reguler.
“Tahap berikutnya pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak yang baru datang,” ucapnya.
Dari 270 siswa yang diterima pada tahun ajaran ini, mayoritas berasal dari Samarinda dengan jumlah 222 orang. Sisanya sebanyak 48 siswa berasal dari sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, hingga Kabupaten Paser.
Arief menjelaskan, siswa angkatan pertama yang sebelumnya belajar di sekolah rintisan masih menunggu proses pemindahan ke gedung baru setelah seluruh kesiapan fasilitas dinyatakan lengkap.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan ruang pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses sekolah.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar agar para siswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Anak-anak yang menjadi sasaran program ini akan terus kami dampingi, bukan hanya dari pemerintah tetapi juga bersama sekolah dan lingkungan mereka,” tutup Arief.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: