•   06 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pemilik Konservasi Meninggal Dunia, 15 Ekor Buaya di Palaran Direlokasi

Samarinda - Redaksi
05 Oktober 2026
 
Pemilik Konservasi Meninggal Dunia, 15 Ekor Buaya di Palaran Direlokasi BKSDA Kalimantan Timur merelokasi buaya milik PT Samarinda Golden Prima di Jalan Kebun Agung RT 12, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda.

SAMARINDA – Sebanyak 15 ekor buaya muara yang sebelumnya berada di lokasi konservasi milik PT Samarinda Golden Prima di Jalan Kebun Agung RT 12, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, telah direlokasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Relokasi dilakukan setelah penanggung jawab lembaga konservasi, Alm. Hery Susanto alias Abun, meninggal dunia. Pemindahan dilakukan untuk mencegah kemungkinan buaya terlantar sekaligus mengurangi risiko terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Kuasa hukum PT Samarinda Golden Prima, Aristo Gunawan, mengatakan seluruh buaya telah dipindahkan ke Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan. Beberapa di antaranya berukuran besar, termasuk satu buaya dengan panjang sekitar empat meter.

BKSDA Kaltim melakukan evakuasi tahap pertama pada 24-29 Agustus 2026. Setelah itu, petugas kembali melakukan pemantauan dan penyisiran pada 8-13 September 2026 untuk memastikan tidak ada buaya yang tertinggal.

Hasil penyisiran tidak menemukan buaya. Kolam kemudian dikuras sehingga kondisi lokasi kini kosong dan kering.

“Teman-teman media sudah hadir di tempat ini dan melihat secara langsung bahwa faktanya kosong. Lokasinya juga sudah kering,” kata Aristo saat meninjau lokasi, Jumat (2/10/2026).

Aristo juga menegaskan, jika di kemudian hari masyarakat menemukan buaya liar di sekitar Palaran atau Simpang Pasir, keberadaan satwa tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan bekas lokasi konservasi.

“Apabila di kemudian hari ada buaya-buaya yang masuk ke wilayah masyarakat, kami bisa pastikan bahwa itu bukan buaya dari lokasi konservasi,” tegasnya.

Pihak pengelola mengundang sejumlah media untuk melihat langsung kondisi kolam setelah seluruh proses relokasi dan penyisiran selesai. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR