Beredar Kabar TPP ASN Bontang Hanya Dibayar Sampai September, Ini Jawaban Walikota
ASN di lingkungan Pemkot Bontang.
BONTANG – Kabar mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bontang yang disebut hanya dianggarkan hingga September 2026 membuat sejumlah ASN merasa khawatir.
Informasi tersebut diungkapkan salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku menerima kabar bahwa anggaran TPP di instansi tempatnya bekerja hanya tersedia hingga September 2026.
Menurutnya, informasi itu cukup meresahkan karena TPP menjadi salah satu sumber utama pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara gaji pokok beserta tunjangan melekat sebagian besar telah digunakan untuk membayar angsuran bank.
"Informasinya TPP hanya sampai September. Kami tentu khawatir," ujarnya.
Menanggapi isu tersebut, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan kabar itu tidak benar. Ia menegaskan Pemerintah Kota Bontang tidak pernah membahas rencana pemangkasan TPP ASN pada 2026.
"Saya tidak pernah membahas pemangkasan TPP pada 2026. Artinya, TPP ASN tetap dibayarkan penuh hingga akhir tahun 2026," tegas Neni.
Meski demikian, Neni mengakui kondisi keuangan daerah saat ini mengalami penurunan. Karena itu, pemerintah mengambil langkah efisiensi dengan memangkas sejumlah kegiatan yang dinilai tidak menjadi prioritas.
Menurutnya, penghematan dilakukan pada pos anggaran seperti perjalanan dinas dan kegiatan rapat yang bersifat seremonial.
Diketahui, belanja gaji dan TPP ASN menjadi salah satu komponen terbesar dalam APBD Kota Bontang. Namun, Pemkot memilih mempertahankan pembayaran TPP secara penuh karena khawatir pemotongan tunjangan tersebut akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
"Yang kami kurangi itu perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak prioritas. Kalau TPP tetap aman sampai akhir tahun," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: