Klinik Ortopedi RSUD Bontang Berlakukan Sistem Nurse Station Awal Agustus Tahun Ini
Poliklinik di Lantai 3, Gedung Bengkirai RSUD Taman Husada Bontang, Jalan Letjen S Parman, Belimbing, Bontang Barat. (Dok/Klikkaltim)
BONTANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan ketertiban pelayanan kepada pasien, RSUD Taman Husada Bontang bakal menerapkan sistem nurse station di Poliklinik Ortopedi, Lantai 3 Gedung Bengkirai pekan depan, pada Senin, (3/8/2026) mendatang.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Taman Husada Bontang, Romi Rizka, menjelaskan penerapan sistem nurse station merupakan inovasi pelayanan yang bertujuan memperlancar alur pasien sejak proses pendaftaran hingga pemeriksaan dokter.
“Penerapan sistem ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan terorganisasi. Pasien akan mendapatkan alur pelayanan yang jelas sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih nyaman dan efisien,” kata Romi Rizka.
Ia menjelaskan, melalui sistem yang baru ini, pasien dapat melakukan pemesanan nomor antrean dari rumah menggunakan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pertama, pendaftaran juga tetap dapat dilakukan secara langsung di rumah sakit bagi pasien yang memilih datang secara onsite.
Kedua, setelah memperoleh nomor antrean, pasien diwajibkan melakukan verifikasi kehadiran melalui rekam sidik jari atau rekam wajah pada mesin klaster yang tersedia di lobi Gedung 1 maupun Gedung Angsana.
Ketiga, pasien menuju Nurse Station Lantai 3 Gedung Bengkirai sesuai tujuan pelayanan. Di lokasi tersebut, pasien akan mendapatkan pelayanan awal keperawatan berdasarkan nomor antrean yang telah tercatat dalam sistem.
Keempat, apabila pasien belum berada di lokasi saat nomor antreannya dipanggil, sistem akan secara otomatis melanjutkan pemanggilan ke nomor berikutnya.
Kelima, Informasi pemanggilan pasien juga dapat dipantau melalui televisi antrean yang tersedia di area klinik.
Keenam, setelah melalui proses di nurse station, dokter akan memanggil pasien berdasarkan urutan antrean yang terdaftar dalam sistem. Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien.
Ketujuh, apabila pasien tidak hadir setelah tiga kali pemanggilan, petugas akan melanjutkan pelayanan kepada nomor antrean berikutnya. “Terakhir pasien yang tertinggal antrean tetap dapat melakukan konfirmasi kepada petugas klinik agar mendapatkan arahan terkait pelayanan selanjutnya,” terangnya.
Ia menjelaskan, penerapan sistem nurse station tidak hanya mendukung tertib administrasi pelayanan, tetapi juga memperkuat peran perawat dalam memberikan pelayanan awal kepada pasien sebelum pemeriksaan dokter dilakukan.
“Harapannya, masyarakat dapat memahami dan mengikuti alur pelayanan yang baru sehingga manfaat dari sistem nurse station dapat dirasakan secara optimal. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, mudah diakses, dan berfokus pada kenyamanan serta keselamatan pasien,” tandasnya. (Adv)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: