PLN Beri Alasan Pemadaman Listrik yang Rutin Tiap Hari; Ganti Rugi Diklaim via Aplikasi
Karangan bunga Hari Listrik Nasional yang dipasang di depan Kantor UP3 PLN Bontang.
BONTANG – PLN akhirnya angkat bicara ihwal pemadaman listrik bergilir yang acap kali terjadi sejak pertengahan Oktober 2026 hingga saat ini.
Manager UP3 PLN Kota Bontang, Luddie Wied Hardono, mengatakan saat ini jaringan interkoneksi Mahakam mengalami tekanan yang cukup berat. Terlebih, adanya kerusakan pada tiga mesin pembangkit.
Di antaranya, PLTU Senipah, PLTU Indo Eka, dan PLTU Asam-Asam. Kondisi tersebut menyebabkan defisit pasokan pada sistem interkoneksi kembali terjadi.
Situasi makin diperparah ketika dua mesin pembangkit di Bontang, yakni PLTU dan PLTMG, memasuki masa pemeliharaan. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pasokan listrik hingga 150 megawatt (MW).
"Pemadaman bergilir tidak terjadi tanpa sebab. Untuk itu, kami lakukan penyesuaian beban. Di Bontang kemarin saja kita ada dua mesin perawatan, tapi bisa tetap menyala akibat suplai dari mesin pembangkit lain," ucap Luddie.
Lebih lanjut, PLN masih berupaya melakukan penormalan jaringan interkoneksi Mahakam. Salah satunya dengan menyiapkan penambahan pasokan melalui penyewaan pembangkit dengan total kapasitas 158 MW.
Mesin pembangkit sewa tersebut ditempatkan di tiga lokasi, yakni Gardu Induk Trisakti, Embalut, dan Batulicin. Dari total kapasitas tersebut, sekitar 45 MW telah beroperasi. Sementara tambahan sekitar 20 MW ditargetkan mulai beroperasi pada awal November 2026.
"Penormalan bertahap. Kami berupaya untuk meminimalisir dampaknya. Kami minta maaf kepada pelanggan atas insiden ini," sambungnya.
Kompensasi
PLN mengklaim kompensasi akan secara otomatis diberikan kepada pelanggan terdampak. Untuk teknisnya, pelanggan dapat mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur besaran kompensasi secara bertingkat sesuai kelebihan durasi gangguan.
Teknis pelaksanaannya akan langsung terbaca di sistem. Misalnya, terdapat potongan atau penambahan perhitungan pada setiap transaksi bagi pengguna token. Sementara akumulasi kompensasi bagi pelanggan prabayar akan diproses secara otomatis oleh sistem.
"Semua ada mekanismenya. Bukan kewenangan kami. Itu otomatis," tuturnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: