Sebelum CT-Scan, Kenali Perbedaan Pemeriksaan dengan Kontras dan Tanpa Kontras
Pemeriksaan CT-Scan di RSUD Taman Husada Bontang. (Dok/Klik Kaltim)
BONTANG – Pemeriksaan CT-Scan merupakan salah satu metode pencitraan medis yang digunakan untuk membantu dokter melihat kondisi organ dan jaringan tubuh secara lebih detail. Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan zat kontras maupun tanpa kontras, sesuai dengan indikasi medis pasien.
Kepala Ruangan Radiologi RSUD Taman Husada Bontang, Sukamto, menjelaskan bahwa penggunaan zat kontras tidak menjadi bagian dari seluruh pemeriksaan CT-Scan. Metode tersebut dipilih berdasarkan bagian tubuh yang diperiksa dan tujuan pemeriksaan yang telah ditentukan oleh dokter.
Pada pemeriksaan tanpa kontras, gambaran struktur tubuh tertentu tetap dapat diperoleh sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan. Metode ini antara lain dapat digunakan untuk melihat struktur tulang, kepala, maupun bagian tubuh lainnya berdasarkan indikasi medis.
Sementara itu, pemeriksaan menggunakan kontras dilakukan dengan pemberian zat khusus kepada pasien untuk membantu memperjelas gambaran struktur atau jaringan tertentu. Penggunaan zat tersebut dapat membuat pembuluh darah, jaringan, maupun kelainan tertentu terlihat lebih jelas pada hasil pencitraan.
Menurut Sukamto, perbedaan penggunaan kontras tersebut pada dasarnya berkaitan dengan informasi yang ingin diperoleh melalui pemeriksaan. Karena itu, tidak semua pasien yang menjalani CT-Scan membutuhkan zat kontras.
Penentuan jenis pemeriksaan sepenuhnya dilakukan berdasarkan pertimbangan medis. Dokter akan menilai keluhan, kondisi pasien, serta tujuan pemeriksaan sebelum menentukan apakah CT-Scan perlu dilakukan dengan atau tanpa kontras.
Pasien juga tidak dianjurkan menentukan sendiri jenis pemeriksaan yang akan dijalani. Petugas radiologi akan memberikan pelayanan sesuai permintaan dan rekomendasi dokter yang menangani pasien.
Selain menentukan metode pemeriksaan, penggunaan kontras juga dapat memerlukan persiapan tertentu. Persiapan tersebut disesuaikan dengan jenis pemeriksaan dan kondisi pasien.
Pada pemeriksaan tertentu, pasien dapat diminta berpuasa atau menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu sesuai kebutuhan dan kebijakan pelayanan rumah sakit. Petugas radiologi akan menyampaikan instruksi yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan.
Pasien juga perlu menyampaikan informasi mengenai riwayat alergi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, maupun kondisi medis tertentu kepada dokter dan petugas radiologi. Informasi tersebut penting sebagai bagian dari persiapan sebelum pemeriksaan dilakukan.
Sukamto mengimbau pasien untuk mengikuti seluruh arahan dokter dan petugas radiologi. Dengan demikian, pemeriksaan dapat dilakukan sesuai indikasi dan memberikan hasil pencitraan yang dibutuhkan dalam membantu proses penanganan pasien.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: