Demi Oleh-Oleh Tetap Terbawa, Jemaah Haji Rela Pakai Hingga 10 Lapis Gamis di Bandara
Petugas membongkar koper jamaah yang kedapatan menyimpan air zamzam saat akan pulang ke Tanah Air, Senin (16/6/2025). (antara/istimewa)
JEDDAH – Pemandangan tak biasa terlihat di sejumlah bandara Arab Saudi saat gelombang kepulangan jemaah haji menuju Indonesia. Beberapa jemaah tampak mengenakan gamis berlapis-lapis hingga sembilan bahkan sepuluh lapis sekaligus.
Cara tersebut dilakukan untuk mengakali keterbatasan berat barang bawaan yang ditetapkan maskapai penerbangan. Dengan mengenakan sebagian pakaian yang seharusnya dimasukkan ke dalam koper, para jemaah berharap oleh-oleh yang telah dibeli selama di Tanah Suci tetap bisa dibawa pulang untuk keluarga.
Sesuai aturan penerbangan, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram, satu koper kabin maksimal tujuh kilogram, serta satu tas kecil berisi dokumen penting seperti paspor dan identitas perjalanan.
Ketika berat barang melebihi batas yang ditentukan, petugas maskapai akan meminta jemaah mengurangi muatan sebelum proses keberangkatan. Kondisi ini membuat banyak jemaah harus memutar otak agar seluruh barang bawaan mereka tetap dapat dibawa.
Salah satunya dilakukan Marina, jemaah asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam kelompok terbang embarkasi Makassar. Ia memilih mengenakan sembilan lapis gamis sekaligus untuk mengurangi isi koper.
"Kopernya tidak muat kalau terlalu banyak. Jadi saya keluarkan baju-baju untuk dipakai supaya kopernya lebih longgar," ujarnya.
Upaya serupa juga dilakukan M Yamin bersama istrinya. Selain mengenakan beberapa lapis gamis, Yamin bahkan mengalungkan kain ihram yang digunakannya selama menjalankan ibadah haji.
"Pakai sembilan lapis gamis ditambah kain ihram biar semua termuat," katanya.
Kesibukan jemaah menata ulang barang bawaan, memindahkan isi koper, hingga mengenakan pakaian berlapis terlihat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah. Beragam cara dilakukan agar buah tangan dari Tanah Suci dapat tetap dibawa pulang tanpa melanggar ketentuan penerbangan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: