Bonnie Sukardi Minta RTRW Tak Abaikan Kawasan Konservasi dan Habitat Satwa
Pansus DPRD Bontang saat membahas draft lanjutan RTRW bersama OPD teknis
BONTANG - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang, tidak hanya membahas arah pembangunan, tetapi juga bagaimana ruang-ruang hijau tetap terlindungi.
Anggota Pansus RTRW DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi menilai, dokumen tata ruang harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Penyusunan RTRW perlu memperhatikan keberadaan kawasan konservasi beserta satwa liar yang hidup di dalamnya. Menurutnya, habitat satwa seperti ular dan buaya harus tetap dipertahankan melalui pengaturan ruang yang tepat agar tidak tergerus oleh pembangunan.
Menurut Bonnie, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), berencana memberikan penghargaan kepada daerah yang dinilai berhasil menjaga kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
"Kalau memang ada penghargaan untuk daerah yang berhasil menjaga konservasi hayati, ini menjadi peluan dan nilai tambah bagi Kota Bontang ke depan," terangnya.
Dalam pembahasan draft RTRW, Bonnie mengungkapkan PT Pupuk Kaltim bersama tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memaparkan sejumlah hasil kajian. Salah satu yang dibahas ialah nilai ekonomi kawasan hijau, yang menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau tidak hanya berfungsi menjaga lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Menurutnya, hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan agar penyusunan draft ini tidak hanya berfokus pada pembangunan, tetapi juga tetap menjaga kawasan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.
Karena itu, Politisi Partai PKB ini berharap, pembahasan Raperda RTRW dapat segera diselesaikan tanpa mengesampingkan perlindungan ruang terbuka hijau.
"Pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan agar Kota Bontang tetap berkembang tanpa kehilangan kawasan hijau yang dimilikinya," jelasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: