Berita Bontang Terkini

Aspal Bontang Lestari Mengelupas, Dewan : Pemkot Jangan Kambing Hitamkan Kendaraan Berat Saja

Bontang - Revo Adi M
24 Januari 2021
Aspal Bontang Lestari Mengelupas, Dewan : Pemkot Jangan Kambing Hitamkan Kendaraan Berat Saja Kondisi jalan menuju pusat pemerintahan Kota Bontang di Bontang Lestari

KLIKKALTIM.COM - Anggota DPRD Bontang Nursalam menilai alasan pemerintah yang menyalahkan kendaraan berat berakibat tambalan aspal Bontang Lestari mengelupas  terlalu dangkal.

Sebelumnya, Salam-begitu biasa disapa menyoroti kekuatan tambalan aspal di Jalan Ir Soekarno-Hatta, Bontang Lestari yang mulai mengelupas padahal belum lama dilapisi.

Katanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidam bisa menarik kesimpulan aspal mengelupas hanya dari kendaraan berat saja.

"PUPR jangan mengkambing hitamkan kendaraan berat. Meskipun salah satunya faktor kendaraan juga. Tapi ada faktor lainnya juga," kata Salam kepada klikkaltim beberapa waktu lalu.

Menurut politisi Golkar ini, pemerintah harus memeriksa ketebalan dari tambalan aspal tersebut.

Klik Juga : Anggota DPRD Soroti Jalan Bontang Lestari, 'Belum Sebulan Aspal Sudah Terkelupas'

Ia juga menyarankan agar kontraktor pelaksana kegiatan harus bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan mereka.

"Faktor penyebab lainnya kan bisa juga karena ketebalan aspalnya yang tidak sesuai spek yang dipersyaratkan. Lalu apa tanggung jawab kontraktor pelaksananya lepas begitu saja? Jadi jangan hanya alasan kendaraan berat," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR , Bina Antariansyah mengatakan bakal menindaklanjuti usulan dari dewan.

"Baik, kita akan cek nanti ke lapangan apakah masih masuk masa pemeliharaan dari pekerjaan itu," ungkap Bina saat dikonfirmasi.

Bina mengaku, ada beberapa tambalan jalan aspal memang ada yang rusak. Pun begitu, penyebabnya disinyalir akibat mobil-mobil berat yang melintas.

Kekuatan aspal bitching atau tambal memang berbeda dengan pengaspalan secara menyeluruh.

"Dan kalau rusak karena dilintasi alat-alat berat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Bina Antariansyah mengatakan, kerusakan terjadi akibat banyak dilalui kendaraan yang memiliki bobot berat.

"Karena dilalui oleh kendaraan yang berbobot berat," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Dikatakannya, aspal bisa bertahan lama, selama dilalui kendaraan yang tidak melebihi bobot di atas delapan ton berat ganda.

TINGGALKAN KOMENTAR