•   11 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Jumlah Fakir Miskin Bontang Melejit 52 Persen; Warga yang Tak Bisa Beli Baju Setahun Masuk Kelompok Ini

Bontang - M Rifki
11 September 2026
 
Jumlah Fakir Miskin Bontang Melejit 52 Persen; Warga yang Tak Bisa Beli Baju Setahun Masuk Kelompok Ini Ilustrasi penerima BLT yang mengambil uang bantuan dari Pemerintah Kota Bontang di Bank BTN (Klik Kaltim).

BONTANG – Jumlah warga kategori fakir miskin melejit di Kota Bontang. Dari hasil pencatatan terkini total warga dengan status fakir miskin sebanyak 1.480 orang atau naik 52 persen dari data sebelumnya. 

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Ahmad Yani menjelaskan, alasan data fakir miskin meningkat drastis karena metode pendataan yang diubah. 

Sebelumnya, data hanya berbasis Kartu Keluarga atau KK kini diubah visitasi rumah ke rumah. "Benar ada tambahan. Data itu sudah diverifikasi. Kebanyakan dari kategori fakir miskin," ucap Ahmad Yani.

Masyarakat dengan kategori fakir miskin ditetapkan sesuai Surat Keputusan Wali Kota 100.3.3.3/227/DSPM/2025.

Didalamnya, tertuang syarat kepala keluarga tidak bekerja, pernah khawatir tidak makan atau pernah tidak makan dalam setahun terakhir. 

Kemudian pengeluaran kebutuhan makan lebih besar dari setengah total pengeluaran, tidak ada pengeluaran untuk pakaian kurun satu tahun terakhir.

Tempat tinggal sebagian besar berlantai tanah atau plesteran. Aspek dinding hunian juga berbahan bambu, kawat, papan kayu, terpal, kardus, tembok tanpa diplester, rumbia, atau seng.

Dalam aspek Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), hunian warga tidak memiliki jamban sendiri atau menggunakan jamban komunitas. Terakhir sumber penerangan berasal dari listri dengan daya 450 volt ampere atau bukan listrik. 

Nantinya fakir miskin yang memenuhi kriteria wajib terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) atau data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).

Ahmad Yani menguraikan, sebaran warga fakir miskin di wilayah Kecamatan Bontang Selatan paling tinggi sejumlah, 944 orang. Disusul Kecamatan Bontang Utara sebanyak 384 orang dan Kecamatan Bontang Barat 150 orang.

Dengan lonjakan angka fakir miskin, jumlah warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 300 ribu per bulan menjadi 2.011 orang. Uang itu mereka terima kurun 2 bulan atau Rp 600 ribu sekali pencairan. 

"Jadi misalnya satu KK ada lima orang, semuanya dikategorikan miskin untuk menerima manfaat," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bontang kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejak Senin (7/9/2026) lalu melalui Bank Kaltimtara dan Bank BTN.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Ahmad Yani mengatakan, pencairan kali ini mengakomodasi bantuan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli 2026.






TINGGALKAN KOMENTAR