Karhutla di Bontang Meningkat; Luasan Setara 35 Kali Lapangan Bola Habis Terbakar
Salah satu kasus kebakaran hutan dan lahan di Bontang.
BONTANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mencatat sudah 25 hektare lahan terbakar di 26 titik sepanjang 2026 ini.
Luasan ini setara dengan 35 kali lapangan sepak bola.
Dari data yang diterima Klik Kaltim, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) paling banyak terjadi di Kecamatan Bontang Selatan dengan total 13 kasus dan luasan lahan mencapai 13 hektare.
Disusul Kecamatan Bontang Barat dengan luasan lahan terbakar 6 hektare dalam 9 kejadian. Kemudian Kecamatan Bontang Utara dengan total 4 kejadian dan luasan lahan mencapai 4 hektare.
Jumlah ini tercatat lebih banyak dibandingkan 2025 lalu yang hanya terdapat 8 kejadian, dengan luasan lahan yang terbakar tidak sampai 10 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah mengatakan, peningkatan kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat musim kemarau panjang.
BPBD mencatat, kasus Karhutla paling masif terjadi dalam dua bulan terakhir. Bahkan, 50 persen dari total kejadian selama delapan bulan terakhir terjadi dalam periode tersebut.
"Ini lebih parah dari tahun lalu. Luasannya juga saat ini tembus 25 hektare. Kemungkinan meningkat karena kemarau masih diprediksi sampai akhir September 2026," ucap Ismail.
Lebih lanjut, BPBD Bontang tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Sebab, petugas datang saat api sudah meluas.
Bahkan, saat kejadian, pemilik lahan atau warga tidak terlihat di sekitar lokasi Karhutla. Dengan begitu, penyebab kebakaran sampai saat ini masih dicurigai akibat aktivitas pembukaan lahan.
"Mereka niatnya buka sedikit. Tapi karena angin dan rumputnya kering, api cepat meluas. Pas sudah membesar langsung lari. Jadi kami dapatnya Karhutla saat sudah besar," sambungnya.
BPBD Bontang juga mengimbau agar masyarakat sementara waktu menghindari pembukaan lahan dengan metode membakar. Terlebih, membakar hutan dan lahan secara sengaja bisa dikenakan tindak pidana.
"Kami imbau untuk tetap berhati-hati. Kami juga siap siaga untuk memadamkan Karhutla," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: