Kendaraan yang Isi BBM di SPUB Bontang Hampir Tiap Hari Sudah Masuk Radar Polres Bontang
Antrean mengular di SPBU Jalan KS Tubun. (Klik Kaltim)
BONTANG - Antrean mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tengah Kota Bontang masih terjadi pada Jumat (7/8/2026).
Dari pantauan Klik Kaltim, kendaraan yang mengantre itu bahkan terlihat setiap hari mengisi bahan bakar Subsidi Pertalite. Antrean di SPBU Jalan KS Tubun bahkan terjadi sebelum jam operasional berlangsung.
Begitu juga dengan kondisi yang terjadi di SPBU Jalan Jendral Soedirman. Bahkan antrean sudah mengular hingga menutupi toko para pelaku usaha. Salah seorang pelaku usaha di Jalan Jendral Soedirman mengaku sudah acap kali menegur para pengantre untuk tidak menutup usaha miliknya.
"Kalau ditegur mereka pindah. Tapi kalau dibiarkan kembali lagi. Yang antre juga mobilnya itu-itu aja. Bahkan setiap hari mas. Masa mobil 40 liter sehari habis," ucapnya.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni bahkan sebelumnya sudah memberikan perhatian untuk menatur pembelian BBM Subsidi roda 4 tidak bisa dilakukan setiap hari.
Kendati demikian kajian akademik harus disampaikan. Misalnya setiap mobil itu apakah benar bisa menghabiskan 40 liter hanya untuk beraktivitas didalam kota.
""Itu juga yang membuat heran. Kalau per mobil dibatasi, misalnya sepekan sekali, mungkin tidak ada antrean. Aneh 40 liter habis per hari," ucap Neni.
Polisi Pasang Tanda Peringatan
Polemik antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Bontang kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Satreskrim Polres Bontang mulai membidik kendaraan roda empat yang diduga rutin mengantre Pertalite bersubsidi setiap hari.
Langkah itu dilakukan setelah muncul dugaan adanya kendaraan yang berulang kali mengisi BBM subsidi hingga memicu antrean panjang dalam sebulan terakhir.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan di SPBU dengan menerjunkan personel untuk memantau kendaraan yang dicurigai berulang kali mengantre.
Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, kepolisian memastikan akan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kalau antrean mengular memang sudah kami monitor. Ke depan akan kami intensifkan pengawasannya, termasuk menyasar kendaraan yang antre setiap hari," kata AKP Putu Ari. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: