•   26 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Polres Bontang Sudah Periksa 15 Saksi Kasus Karhutla, Tersangka Belum Ada

Bontang - M Rifki
26 Oktober 2026
 
Polres Bontang Sudah Periksa 15 Saksi Kasus Karhutla, Tersangka Belum Ada lustrasi karhutla di Bontang. (Ist)

BONTANG – Polres Bontang masih menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada Oktober 2026. Kendati telah memeriksa 15 saksi, polisi belum memiliki cukup bukti untuk menetapkan tersangka. 

Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, seluruh saksi yang dimintai keterangan adalah pemilik lahan dan warga setempat. Namun kasus ini sulit terungkap karena tak ada saksi yang melihat awal mula terjadinya kebakaran. Peristiwa baru teridentifikasi setelah api membesar. Polisi juga belum menemukan indikasi bahwa karhutla dipicu oleh aktivitas perusahaan.

"Tingkat pengungkapan memiliki kesulitan tinggi. Tapi kami tetap melakukan penelusuran. Kalau sudah ada yang tertangkap akan dipublikasikan," ucap AKP Putu Ari Sanjaya, Senin (26/10/2026).

Dari catatan Klik Kaltim, hingga Oktober 2026, total sudah 124 hektare hutan dan lahan terbakar. Luasan itu tersebar dalam 76 kejadian.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan karhutla akan terus terjadi hingga musim kemarau panjang ini berakhir.

"Jumlahnya meningkat drastis, ada 76 kejadian. September dan Oktober bahkan tercatat paling banyak, yaitu 36 kejadian. Masih akan terus bertambah karena setiap hari ada saja yang terbakar," ucap Ismail.

Kawasan dengan luas kebakaran terbesar berada di Kelurahan Kanaan, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta. Di lokasi tersebut, lahan yang terbakar mencapai 23 hektare.

Petugas gabungan dari Disdamkartan, kepolisian, relawan, perusahaan, dan TNI pun berupaya semaksimal mungkin menangani karhutla.

Kendala yang kerap dihadapi adalah perubahan arah angin. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar, ditambah lahan yang dipenuhi ranting dan rumput kering.

"Ada informasi kami langsung datang. Bahkan bisa sampai lebih dari 12 jam petugas bekerja ekstra," sambungnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR