•   28 August 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Terbongkar, Ternyata Pertamina Sering Kurangi Pasokan Distribusi ke SPBU Bontang

Bontang - M Rifki
28 Agustus 2026
 
Terbongkar, Ternyata Pertamina Sering Kurangi Pasokan Distribusi ke SPBU Bontang Rapat koordinasi di DPM-PTSP Bontang terkait distribusi Pertalite (Klik Kaltim).

BONTANG – Pengelola SPBU di Kota Bontang mengeluhkan kepada anggota DPRD terkait pasokan BBM Pertalite yang sering dikurangi oleh Pertamina dari kuota harian. Keluhan itu disampaikan dalam rapat koordinasi pada Jumat (28/8/2026) pagi di Ruang DPM-PTSP Bontang.

Imbasnya, antrean mengular pun terjadi. Bahkan lebih mengejutkan, SPBU di Bontang mendapatkan jadwal pengiriman pada pukul 16.00 Wita, bukan pukul 08.00 Wita seperti biasanya.

Anggota Komisi B DPRD Bontang, Winardi, kesal dengan pola distribusi yang diatur Pertamina. Sebab, menurutnya, antrean mengular ini justru disebabkan oleh jam distribusi.

Ditambah lagi, informasi dari pemilik SPBU menyebut kuota kiriman yang diterima tidak sesuai dengan deposit. Misalnya, salah satu SPBU telah membayar deposit untuk mendapatkan 16 ribu liter. Namun, dari depot SPBU hanya menerima 8 ribu liter.

Artinya, kekurangan kuota yang semestinya bisa didistribusikan secara menyeluruh tidak akan terserap pada akhir tahun. Padahal, pada semester I, sisa kuota BBM Pertalite di Bontang masih sangat besar, yakni mencapai 12.656 kiloliter.

Dari catatannya, saat distribusi lancar, setiap hari ada pasokan 56 ribu liter yang bisa dipasok ke lima SPBU, baik di Akawy, Koperasi, Kilometer 3, Tanjung Laut, maupun KS Tubun.

"Ini memang biang keroknya Pertamina. Mereka yang sengaja kirim BBM Pertalite sore hari. Jadi jam operasional SPBU terbatas karena stoknya tidak ada di pagi hari," ucap Winardi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga turut mengkritik Pertamina yang dinilai seakan tidak komunikatif. Bahkan, saat diundang untuk ketiga kalinya, Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, tidak hadir secara langsung.

Dalam rapat, ia hanya hadir melalui Zoom Meeting. Ia mengatakan saat ini penyebab masalah penyalahgunaan justru berada di SPBU. Operator mereka diduga bermain dalam menyalurkan BBM.

"SPBU yang jadi PR. Tapi kalau distribusi nanti saya jelaskan pada pertemuan tanggal (31/8/2026) nanti," ucap Bagus.






TINGGALKAN KOMENTAR