•   13 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

WBP Lapas Bontang Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RSUD Taman Husada

Bontang - M Rifki
12 Oktober 2026
 
WBP Lapas Bontang Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RSUD Taman Husada Ilustrasi warga binaan pemasyarakatan yang menjalani perawatan di rumah sakit. (Ilustrasi)

BONTANG – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Bontang berinisial Yu meninggal dunia pada Jumat (9/10/2026) di RSUD Taman Husada.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Bontang, Pamuji Setyo Wibowo, mengatakan WBP berinisial Yu (40) meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal kronis dan penyakit penyerta.

Kronologi bermula saat Yu mengeluhkan nyeri pada bagian perut, dada, dan lambung pada 24 September 2026. Pihak medis kemudian langsung membawa Yu ke RSUD Taman Husada.

Setibanya di rumah sakit, Yu harus menjalani rawat inap selama delapan hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan Yu untuk menjalani cuci darah.

Setelah kondisinya membaik, Yu sempat kembali ke lapas untuk melanjutkan aktivitas seperti biasa. Namun, pada Kamis (8/10/2026), Yu kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah. Kondisi kesehatannya justru memburuk.

WBP kasus narkotika tersebut akhirnya kembali menjalani perawatan. Setelah sehari dirawat secara intensif, dokter mengonfirmasi Yu meninggal dunia pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

"Dia didiagnosis penyakit gagal ginjal kronis Grade 5. Jadi sempat dua kali cuci darah, tapi kondisi kesehatan menurun sampai akhirnya tutup usia," ucap Pamuji Setyo kepada awak media.

Diketahui, Yu telah menjadi penghuni Lapas Kelas IIA Bontang sejak 2022. Ia divonis hukuman penjara selama 10 tahun dalam kasus narkotika.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Yu langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga bahkan telah mendampingi sejak Yu menjalani perawatan awal setelah didiagnosis mengalami penyakit ginjal.

"Secara prosedur sudah berjalan. Meninggalnya WBP murni sakit, bukan karena ada faktor lain," pungkasnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR