Gedung Baru RSUD AWS Sudah Rampung; Butuh Suntikan Rp 250 Miliar untuk Pengadaan Alat Kesehatan
Komisi III DPRD Kalimantan Timur meninjau kesiapan operasional Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Senin (20/7/2026).
KLIKKALTIM - Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mempercepat pengoperasian Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS).
Meski bangunan telah rampung, gedung perawatan tersebut hingga kini belum difungsikan untuk melayani pasien.
Kepastian itu ditagih saat Komisi III DPRD Kaltim melakukan inspeksi lapangan ke Gedung Pandurata, Senin (20/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, DPRD menyoroti kesiapan fasilitas pendukung, alat kesehatan, hingga infrastruktur penunjang sebelum gedung mulai dioperasikan.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh mengatakan pengawasan yang dilakukan kini bukan lagi terkait progres pembangunan fisik, melainkan memastikan gedung yang telah selesai dibangun segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kami turun untuk memastikan tindak lanjut pembangunan gedung perawatan yang sudah dibangun," kata Abdulloh.
Selain meminta kepastian jadwal operasional, Komisi III juga menyoroti sejumlah fasilitas pendukung yang masih perlu dibenahi, seperti area parkir dan akses jalan menuju rumah sakit.
Menurut Abdulloh, Dinas Kesehatan telah menyampaikan adanya lahan milik Kementerian Kesehatan seluas sekitar 5.336 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan area parkir.
“Tadi Pak Kadis menyampaikan sudah tersedia lahan dari Kementerian Kesehatan seluas kurang lebih 5.336 meter persegi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan area parkir," ujarnya.
Ia juga meminta perbaikan jalan lingkungan di kawasan rumah sakit segera dilakukan agar akses pasien, terutama pasien dalam kondisi darurat maupun ibu hamil, menjadi lebih aman dan nyaman.
“Termasuk jalan-jalan yang dirasa masih rusak agar pasien yang mau melahirkan, kalau jalannya mulus kan bagus. Jalan lingkungan ini juga menjadi prioritas pengembangan berikutnya," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan secara fisik Gedung Pandurata telah selesai.
Saat ini pemerintah tinggal menuntaskan pengadaan alat kesehatan, interior, dan beberapa pekerjaan penyempurnaan.
“Dinkes sudah disiapkan anggaran pembelian alat kesehatan, termasuk dari rumah sakit untuk interiornya. Mudah-mudahan akhir tahun selesai, dan Januari atau Februari bisa dioperasikan," kata Jaya.
Ia menjelaskan kebutuhan anggaran pengadaan alat kesehatan mencapai sekitar Rp250 miliar. Namun, pada tahun anggaran 2026 pemerintah baru mengalokasikan sekitar Rp100 miliar sehingga operasional gedung akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan fasilitas.
“Operasionalnya bertahap. Langkah ini diambil agar mempercepat pemanfaatan, sebab kalau menunggu semuanya akan perlu waktu sangat lama," jelasnya.
Menurut Jaya, pembukaan layanan tidak akan dilakukan sekaligus di seluruh lantai. Skema bertahap dipilih agar masyarakat dapat segera memanfaatkan gedung baru tanpa harus menunggu seluruh pengadaan alat kesehatan selesai.
Ia menambahkan percepatan operasional menjadi penting mengingat tingginya beban pelayanan RSUD AWS, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap yang selama ini sering mengalami kepadatan.
“Makanya secepatnya kita bisa lakukan percepatan untuk operasional Gedung Pandurata untuk RS AWS," tegasnya.
Sebagai informasi, pembangunan fisik Gedung Pandurata menelan anggaran sekitar Rp380 miliar dan dikerjakan secara bertahap sejak 2023.
Meski konstruksi telah rampung, gedung tersebut belum dapat beroperasi penuh karena proses pengadaan alat kesehatan dan fasilitas penunjang masih berlangsung. Pemerintah menargetkan layanan mulai dibuka secara bertahap pada awal 2027.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: