Gubernur Kirim 6 Truk Angkut Pangan ke Mahulu; Diprediksi Tiba 4 Hari Perjalanan Darat
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melepas armada pengangkutan bantuan cadangan pangan dan operasi pasar untuk masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (17/8/2026).
KLIKKALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengirim bantuan cadangan pangan dan komoditas operasi pasar ke Kabupaten Mahakam Ulu menyusul terganggunya distribusi kebutuhan pokok akibat surutnya debit Sungai Mahakam.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melepas 6 truk armada pengangkutan cadangan pangan pemerintah daerah dan operasi pasar yang akan dikirim ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, wilayah yang mengalami keterbatasan akses akibat kondisi sungai yang tidak normal.
“Baru saja kita melepas bantuan cadangan pangan dan operasi pasar ke Mahakam Ulu. Ada enam truk yang kita salurkan, termasuk elpiji tiga kilogram,” kata Rudy, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, pengiriman bantuan menjadi langkah cepat pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan tetap terpenuhi.
Namun, tantangan utama saat ini adalah akses menuju lokasi tujuan yang masih terbatas. Diprediksi angkutan baru sampai di lokasi tujuan sekitar 4 hari perjalanan.
Pemprov Kaltim, kata Rudy, telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama unit pelaksana teknis daerah (UPTD) terkait untuk membantu membuka akses jalan agar armada pengangkut dapat mencapai wilayah Long Apari dan Long Pahangai.
“Kita kawal bersama UPTD dari PUPR agar akses jalan bisa dibuka. Mohon doa masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Mahakam Ulu, agar segera turun hujan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad, mengatakan kekeringan memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan air, aktivitas ekonomi, produksi pangan hingga pemenuhan kebutuhan pokok.
“Dalam kondisi seperti ini, bantuan cadangan pangan menjadi sangat penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah menjalankan dua skema bantuan, yakni operasi pasar dengan harga terjangkau dan penyaluran cadangan pangan pemerintah yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Untuk operasi pasar, komoditas yang dikirim terdiri dari beras premium kemasan lima kilogram sebanyak 330 sak, minyak goreng kemasan dua liter sebanyak 600 pcs, gula pasir satu kilogram sebanyak 1.200 pcs, elpiji tiga kilogram sebanyak 720 tabung, serta elpiji 12 kilogram sebanyak 200 tabung.
Total komoditas operasi pasar yang dikirim mencapai sekitar 3,45 ton.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa beras kemasan lima kilogram sebanyak 2.400 sak atau sekitar 9,7 ton.
“Ini baru tahap pertama. Nantinya akan kami salurkan kembali pada tahap berikutnya sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, distribusi bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Perum Bulog Kalimantan Timur, PT Pertamina Patra Niaga, PT MBS, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Menurutnya, persoalan kekeringan dan dampaknya terhadap masyarakat membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, serta masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi agar setiap program dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian Ujang Rachmad.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: