Kepala SPPG Bontang Utara 2 Akui Taruh 10 Kg Kemiri di Bumbu Menu MBG, Diduga Penyebab Keracunan
Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky.
BONTANG – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 mengakui dugaan anak sekolah mengalami mual dan muntah pada Rabu (5/8/2026) akibat penggunaan kemiri sebagai pengganti santan pada sayur.
Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, mengatakan penggunaan kemiri pada sajian bumbu mencapai 10 kilogram untuk dibagikan ke 2.036 porsi.
Atas insiden itu, dirinya meminta maaf kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan mual dan muntah pasca mengonsumsi MBG.
"Atas kekeliruan itu kami ucapkan permohonan maaf. Penggunaan kemiri sebagai pengganti santan terlalu berlebih. Laporan itu didapat dari kepala koki. Kami tidak akan mengulangi kesalahan serupa," ucap Muhammad Rezky.
Lebih lanjut, mitigasi SPPG Bontang Utara 2 pasca mendapatkan keluhan itu langsung dilakukan dengan mendatangi pihak sekolah. Kemudian, laporan dugaan mual dan muntah diteruskan kepada Kepala SPPG Regional Bontang.
Setelah itu, Dinas Kesehatan menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan. Kemudian, memberikan pendampingan terhadap para korban yang berjumlah 27 orang.
"Sampai saat ini operasional dapur masih dihentikan. Kami jadikan bahan evaluasi dan menjamin tidak akan kembali terulang," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengungkap adanya kontaminasi bakteri patogen pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa, guru, dan wali murid.
Temuan itu berasal dari sampel ayam serundeng dan gulai sayur yang disajikan SPPG Bontang Utara 2. Sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG tersebut.
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium memastikan adanya bakteri patogen dalam sampel makanan.
Dinkes masih mendalami titik kontaminasi makanan tersebut. Dugaan sementara, kontaminasi bisa terjadi saat proses penyajian makanan ke dalam ompreng maupun ketika makanan didinginkan menggunakan kipas angin.
"Hasil ini sudah diuji secara klinis. Kemudian tersaji kalau sampling itu terkontaminasi bakteri patogen," ucap Toetoek Pribadi Ekowati.
Selain temuan bakteri, Dinkes juga menemukan adanya modifikasi menu di SPPG Bontang Utara 2. Santan dalam menu diganti menggunakan kemiri.
Toetoek menyebut, penggunaan kemiri juga berpotensi memicu mual dan muntah pada orang tertentu, terutama yang memiliki alergi terhadap bahan tersebut.
"Di sebagian orang, kemiri memang berpotensi juga menyebabkan mual dan muntah. Apalagi ada alerginya," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: