Air Laut Menghitam dan Berbusa, Ikan di Keramba Selambai Mati Massal
Potret kondisi keramba nelayan di RT 01 Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, yang diduga terkena limbah. (Ist)
BONTANG – Warga RT 01 Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, dikejutkan dengan insiden ikan di dalam keramba yang mabuk dan mati mendadak pada Selasa (3/11/2026) petang.
Insiden itu menimpa 11 anggota Kelompok Budidaya Ikan Biru Pesisir di Loktuan. Ketua Kelompok, Ardi, menyampaikan bahwa ikan diduga mabuk dan mati massal akibat kondisi air laut yang tiba-tiba menghitam dan berbusa.
Bahkan, fenomena itu terjadi di 17 keramba milik nelayan setempat. Ikan yang berada di lautan lepas pun turut mengalami hal serupa.
"Warga banyak menyerok ikan yang mati. Airnya berwarna cokelat kehitaman dan berbusa. Mungkin itu yang membuat ikan mabuk dan akhirnya mati," ucap Ardi.
Lebih lanjut, insiden ikan mati di keramba milik nelayan ini rupanya bukan kali pertama terjadi. Beberapa bulan lalu, kejadian serupa juga sempat terjadi.
Bahkan, pihak Pemkot Bontang sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel ikan yang mati dan air laut. Namun, sampai saat ini, para nelayan tidak pernah diberi tahu penyebab kematian ikan pada kejadian beberapa bulan lalu.
"Kalau begini terus, kami rugi dong. Satu keramba bisa ada 200 ikan. Kalikan saja 17 keramba, dan ikan mati semua. Pemkot Bontang harus turun tangan," sambungnya.
Insiden ikan mati massal ini rupanya juga sampai ke perairan Tanjung Limau. Ardi mendapat informasi dari koleganya yang juga memiliki usaha budidaya ikan di sana.
"Bahkan, teman saya di Tanjung Limau sudah dari sore ikannya mati," ungkapnya.
Klik Kaltim berusaha mengonfirmasi Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, dan Kepala Bidang Perikanan DKP3, Wardi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: