Pemadaman Bergilir Rugikan Masyarakat, Wawali Bontang Desak PLN Siapkan Alternatif Jika Interkoneksi Bermasalah
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. (Klik Kaltim)
BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengkritik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di daerah yang dinilai tidak tuntas memberikan informasi kepada masyarakat terkait pemadaman bergilir. Selain itu, Ia juga meminta perusahaan pelat merah tersebut menyediakan opsi alternatif saat terjadi gangguan interkoneksi Mahakam.
Agus memberberkan bahwa terdapat sejumlah perusahaan yang mampu memenuhi beban puncak pasokan listrik di Bontang. Bahkan daya yang tersedia mencapai 36 Megawatt (MW).
Misalnya, PLN dapat bekerja sama dengan PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) sebagai perusahaan yang menyuplai pasokan listrik ke industri untuk sebagian dialirkan ke masyarakat. Kemudian, PLN juga bisa menggunakan aliran listrik dari PT Graha Power Kaltim (GPK) yang memiliki kapasitas pembangkit 2x100 Megawatt.
Belum lagi PLN memiliki mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kanaan yang juga bisa memproduksi kebutuhan dasar listrik masyarakat lebih dari cukup.
"Saat terjadi masalah di Interkoneksi Mahakam. Harusnya PLN bisa mengambil alternatif pasokan daya. Jadi tidak lagi ada alasan pemadaman bergilir," ucap Agus Haris.
Dengan kesal, AH, sapaan akrabnya, menyebut PLN tidak bisa berlindung dengan informasi yang dangkal. Terlebih, masyarakat menggunakan listrik tidak gratis alias berbayar.
"Warga ini bayar dulu loh baru pakai listrik. Masa uang itu harus kembali dengan pelayanan buruk seperti listrik padam bergiliran," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) KaltimTara membeberkan faktor pemadaman bergilir yang disebabkan empat pembangkit mengalami kerusakan secara bersamaan pada September 2026 ini.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID KaltimTara, Muchamad Meiryandi, menerangkan lokasi pembangkit yang rusak di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.
Walhasil, Bontang menjadi salah satu wilayah yang terdampak pemadaman bergilir karena Kota Bontang masuk dalam jaringan interkoneksi.
Proses perbaikan ditargetkan rampung pada akhir September 2026 mendatang. Artinya, sekitar 16 hari ke depan masyarakat masih akan merasakan pemadaman bergilir.
"Seluruh Kaltim terkena dampak. Kami berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem," ucap Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID KaltimTara, Muchamad Meiryandi, dalam rilisnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: