Sudah Seminggu Nelayan di Bontang Buang Jangkar karena Solar Kosong
Nelayan memutuskan tak melaut dan menambatkan perahu mereka akibat keterbatasan solar subsidi beberapa hari terakhir di Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (31/10/2026).
BONTANG – Mustafa harus mengistirahatkan tiga anak buah kapalnya karena pasokan solar subsidi untuk melaut tidak tersedia selama sepekan terakhir.
Warga Kelurahan Bontang Baru ini mengaku, biasanya kapal dengan mesin enam silinder mendapatkan pasokan sebanyak 600 liter dalam sepekan. Dengan solar itu ia bisa pakai untuk dua kali melaut.
Dampaknya, pendapatan sebesar Rp6 juta dalam sepekan pun harus direlakan. Sebab, BBM subsidi saat ini tidak mudah didapat.
"Mau gimana. Karena pembelian kemarin pakai nomor antrean. Terus hari ini tidak ada penjualan. Selasa baru jual. Parkir akhirnya kapalku," ucap Mustafa.
Hal serupa juga disampaikan rekannya yang biasanya mendapatkan pasokan BBM subsidi sebanyak 500 liter. Akhirnya, sejak kemarin kapalnya tidak beroperasi karena SPBN tutup dan tidak melayani pembelian solar bagi nelayan.
"Katanya hari Rabu baru buka. Jadi kita menunggu saja. Tapi kalau kerugian pasti sudah kami derita," ungkapnya.
Nelayan meminta pendistribusian BBM subsidi solar tetap membuka ruang bagi mereka untuk beroperasi. Mereka berharap tidak harus menunggu pasokan penuh karena kondisi tersebut dikhawatirkan membuat persoalan semakin krodit.
"Seberapapun stok harusnya bisa dijual. Apalagi BBM ini penting untuk nelayan," tuturnya.
Klik Kaltim berusaha mengonfirmasi Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian, Syamsu Wardi, namun belum mendapatkan respons.
Sebelumnya diberitakan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Tanjung Limau tidak melayani pembelian solar subsidi pada Jumat (30/10/2026).
Informasi itu disampaikan Pengelola SPBN, Ekawati. Dia mengatakan, penutupan dilakukan karena pasokan solar subsidi di Bontang tidak cukup untuk melayani seluruh nelayan yang telah mengantre selama berhari-hari.
Penutupan operasional SPBN juga telah disampaikan kepada para nelayan melalui grup komunikasi.
"Benar, hari ini tutup. Pasokan tidak memenuhi kuota. Jadi, kami tunggu pasokan full baru kami jual," ucap Ekawati.
Lebih lanjut, penutupan diprediksi berlangsung hingga Senin (2/11/2026) mendatang, sampai kekurangan pasokan kuota dapat terpenuhi dari Pertamina.
"Kami tidak ingin situasi carut-marut. Kami juga hanya operator. Stok juga tidak cukup memenuhi kebutuhan nelayan," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: