Polisi Awasi Distribusi Solar Subsidi untuk Nelayan Bontang; Pastikan Tepat Sasaran
SPBN Tanjung Limau yang tiap hari menyalurkan 8 ton solar subsidi untuk nelayan Bontang. (Dok)
BONTANG - Distribusi solar subsidi untuk nelayan di Kota Bontang mulai dimonitor oleh Polres Bontang. Barang strategis untuk nelayan kecil di Bontang ini akan diawasi penyalurannya agar tepat sasaran.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Wakapolres Kompol Awan menerangkan, sudah memerintahkan anak buahnya untuk memperketat distribusi solar subsidi.
Pada tahap awal, polisi akan menelusuri kuota yang disalurkan Pertamina melalui SPBN. Selanjutnya, polisi akan menindaklanjuti informasi mengenai pasokan yang diduga tidak tersalurkan secara merata kepada nelayan.
"Pengumpulan bahan keterangan masih kami lakukan. Ini kami telusuri dahulu. Akan dipantau dan rutin patroli," ucap Kompol Awan.
Lebih lanjut, polisi akan melakukan penegakan hukum jika ditemukan penyelewengan di lokasi. Kendati demikian, polisi masih akan mengidentifikasi persoalan yang terjadi.
"Kami akan tindak kalau bermasalah. Ini tim lagi lakukan penelusuran," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, nelayan di Kota Bontang mengeluhkan berkurangnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar pada Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat nelayan harus mengurangi radius tangkapan ikan karena keterbatasan bahan bakar.
Salah seorang nelayan mengatakan, biasanya ia bisa mendapatkan 150 liter solar per minggu untuk kapal dompeng bermesin 24 PK. Namun, dalam beberapa hari terakhir, jumlah yang bisa dibeli hanya 120 liter. Bahkan, ia terkadang tidak mendapatkan solar karena stok telah habis.
“Makin susah kami dapat BBM solar. Padahal dokumen ada. Tapi kuota dikurangi. Alasannya biar adil. Masalahnya kapal besar itu dapat banyak. Kami yang kapal kecil justru dipangkas,” ucapnya, Rabu (28/10/2026).
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: