Kabut Asap Tebal Selimuti Bontang - Samarinda 2 Hari Terakhir; BPBD Kaltim Ungkap Dugaan Sumber Asal Asap
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan
SAMARINDA - Kabut asap sisa pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur diyakini berasal dari luar wilayah benua etam.
Walaupun belum bisa dipastikan sumber asap dari mana, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memastikan asap yang mengepung wilayah saat ini bukan kejadian baru melainkan sisa-sisa asap dari kebakaran jauh-jauh hari lalu.
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengungkapkan, pihaknya belum dapat memastikan sumber asap yang muncul di Samarinda dan Bontang dan sekitarnya.
"Belum bisa memastikan. Kalau dari pantauan kami perkiraan pengaruh besarnya kondisi asap saat ini kemungkinan dari luar Kaltim yang terbawa arah angin dari wilayah tengah dan selatan, tidak cuma dari Kaltim itu sendiri," ungkapnya Buyung saat ditemui, Kamis (17/9/2026).
Buyung melanjutkan, dari pantauan kondisi asap yang muncul, lanjut dia, juga tidak serta merta menunjukkan adanya kebakaran baru. Apabila sumbernya berasal dari Kaltim, terdapat kemungkinan asap dari kejadian sebelumnya masih berada di atmosfer dan terperangkap kondisi awan.
"Kalau memang dari Kaltim, yang jelas bukan asap kebakaran baru, melainkan asap yang kemungkinan terperangkap awan, kondisi angin juga bergerak," jelasnya.
Untuk memastikan sumber asap ini, rencananya dalam waktu dekat seluruh kabupaten dan kota di Kaltim akan berembuk khusus membahas kasus ini.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendapatkan gambaran yang jelas terkait fenomena yang terjadi saat ini.
Berdasarkan data BPBD Kaltim per 15 September, luas kumulatif lahan terbakar mencapai 6.069,91 hektare dengan 1.346 firespot. Tak hanya itu, satelit Terra, Aqua, SNPP dan NOAA20 juga mendeteksi adanya 1.129 hotspot.
Sebanyak 32 hotspot memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan 1.070 tingkat kepercayaan sedang. Sementara firespot dengan tingkat kepercayaan tinggi tercatat di 15 titik, tersebar di Kutai Kartanegara, Paser, Samarinda, Penajam Paser Utara dan Balikpapan, dengan total luasan terbakar 31,3 hektare.
Khusus September hingga per hari ini tanggal 17 September, Buyung memperkirakan luasan terbakar mencapai sekitar 2.200 hektare dengan 484 titik kejadian. Dimana, angka tersebut merupakan bagian dari total kumulatif 6.069,91 hektare.
Meski aktivitas karhutla masih tinggi, Buyung menyebut terdapat indikasi penurunan hotspot dalam beberapa hari terakhir setelah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Beberapa hari ini ada indikasi titik panas menurun karena OMC. Mudah-mudahan firespot juga ikut menurun," kata dia pada KlikKaltim.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: