Saeful Rizal: Keberadaan SKB Penting bagi Warga yang Putus Sekolah
Acara lepas kenang murid SPNF SKB Bontang di Auditorium.
BONTANG - Keberadaan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang, sangat penting untuk membantu masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. Ia menyampaikan, masih banyak warga yang belum mengetahui adanya program pendidikan kesetaraan gratis yang diselenggarakan SPNF SKB. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat belum memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Bisa jadi mereka tidak melanjutkan sekolah bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak tahu. Ada juga yang mengira program ini berbayar, padahal tidak,” ungkapnya usai mengjadiri lepas kenang murid SPNF SKB Bontang belum lama ini.
Ia mengaku, siap terlibat dalam upaya sosialisasi agar informasi mengenai layanan pendidikan nonformal tersebut semakin luas diterima masyarakat.
Menurut Saeful, program kesetaraan di SKB tidak hanya berfokus pada ujian, tetapi juga menjalankan proses pembelajaran seperti sekolah pada umumnya. Karena itu, masyarakat yang putus sekolah maupun belum menuntaskan pendidikan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Yang penting masyarakat tahu bahwa mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Sementara itu, PLT Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh saat menyampaikan sambutannya menyebut, total lulusan tahun ajaran ini mencapai 68 peserta didik. Rinciannya, Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) sebanyak 12 anak, Paket A 8 peserta didik, Paket B 17 peserta didik, dan Paket C sebanyak 31 peserta didik.
Hairul beberkan, peserta didik program kesetaraan berasal dari berbagai kelompok usia. Bahkan, lulusan tertua pada program Paket A tahun ini berusia 45 tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa layanan pendidikan kesetaraan tetap menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin kembali melanjutkan pendidikan, tanpa dibatasi usia.
"Kesetaraan usianya beragam, sehingga lulusan di Paket A usianya tertua berada 45 tahun," ujarnya dalam menyampaikan sambutan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: