•   08 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Winardi Minta Retribusi Parkir di RSUD Pakai Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan

Advertorial - Asriani
07 Juli 2026
 
Winardi Minta Retribusi Parkir di RSUD Pakai Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan Kantong parkir di RSUD Taman Husada Bontang segera dioperasikan dengan skema berbayar.

BONTANG - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi meminta pengelolaan parkir di RSUD Taman Husada menerapkan sistem pembayaran non-tunai atau menggunakan e-money. 

Sistem itu dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan retribusi parkir. Menurutnya, sistem pembayaran digital sudah menjadi hal yang lazim diterapkan di berbagai daerah, termasuk di Kota Samarinda.

"Kalau orang Bontang beribat ke Samarinda saja sudah pakai e-money. Harusnya di Bontang bisa, perlu dibiasakan," tuturnya. 

Ia mengatakan, pembayaran non-tunai akan membuat seluruh transaksi parkir tercatat secara otomatis sehingga lebih transparan. 

Dengan begitu, pembayaran tunai yang berpotensi menimbulkan kebocoran penerimaan dapat dihindari.

Winardi juga meminta, agar skema kerja sama pengelolaan parkir segera dirampungkan. Apabila, nantinya melibatkan pihak ketiga, ia meminta pemerintah memastikan perusahaan yang ditunjuk memiliki klasifikasi usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai dengan bidang pengelolaan parkir.

"Silahkan diselesaikan, kalaupun dipihak ketigakan pastikan punya KBLI sesuai dengan jenis usaha itu," jelas Winardi.

Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Natalia Trisnawati menjelaskan, rencana penarikan retribusi parkir di RSUD Taman Husada merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Saat ini pemerintah masih menyusun mekanisme pelaksanaannya bersama RSUD, bagian hukum, dan Inspektorat.

“Kemarin kami sudah rapat bersama RSUD, bagian hukum, dan inspektorat. Pertemuan berikutnya akan mengonsep mekanisme dan skema kerja samanya,” terangnya.

Di sisi lain, pihak RSUD Taman Husada menyebut, pengelolaan parkir akan dijalankan secara mandiri pada tahap awal penerapan retribusi. Selama sisa tahun anggaran 2026, pengelolaan parkir akan dilakukan langsung oleh RSUD sambil menyiapkan sistem yang dinilai paling tepat.

"Kemarin kami koordinasi dengan Direktur dan teman-teman keuangan untuk tahun 2026 dalam 5 atau 4 bulan ini kita kelola sendiri dulu," jelas Wakil Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Syaifullah.






TINGGALKAN KOMENTAR