•   27 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

18 Ribu Orang Bontang Terjangkit ISPA Sejak Awal Tahun; Kasus Meningkat di Agustus

Bontang - M Rifki
26 September 2026
 
18 Ribu Orang Bontang Terjangkit ISPA Sejak Awal Tahun; Kasus Meningkat di Agustus Ilustrasi/AI

BONTANG - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Bontang cukup mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan Bontang mencatat hingga Agustus 2026, total sudah 18.498 orang terkena penyakit ISPA.

Dari data yang diterima Klik Kaltim, terdapat lima kluster yang mengidap penyakit ISPA. Kluster dewasa paling banyak dengan jumlah 7.438 orang. Disusul kluster balita yang tercatat sebanyak 4.729 orang.

Kemudian, kluster anak-anak sebanyak 2.802 orang mengidap ISPA. Kluster remaja sebanyak 2.512 orang, sedangkan kluster lansia sebanyak 1.017 orang.

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, pada Agustus 2026 total kasus ISPA paling banyak tercatat dengan jumlah 3.037 orang.

Data ini diperoleh Dinkes dari seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas hingga rumah sakit yang ada di Bontang. 

Meski begitu, data yang tertuang ini tidak bersifat individual. Sebab, dalam sebulan pasien yang sama bisa berulang kali datang ke puskesmas untuk kontrol.

"Kalau data menyeluruh tembus 18 ribu. Tapi perlu diingat data yang disajikan masih memiliki keterbatasan, yaitu kemungkinan terjadinya pencatatan ganda (double counting) apabila pasien yang sama melakukan kunjungan ke puskesmas dan rumah sakit dalam bulan yang sama," ucap Toetoek.

Penyebab kasus ISPA meningkat karena faktor cuaca. Terlebih sejak Agustus 2026, Bontang dilanda cuaca kemarau panjang hingga September ini.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada. Terlebih, karakteristik ISPA bisa menular dengan cepat. Dengan begitu, masyarakat agar terus memperhatikan pola hidup sehat.

"Kita menyadari saat ini kondisi udara juga sempat terkontaminasi dengan asap. Apalagi pekan lalu kualitas udara kita sempat kategori berbahaya. Kami imbau untuk tetap waspada," sambungnya.






TINGGALKAN KOMENTAR