•   15 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Defisit, Proyek Rumah Sakit Tipe D dan Gor Taman Prestasi Senilai Rp54 Miliar Dibatalkan

Bontang - M Rifki
14 Juli 2026
 
Defisit, Proyek Rumah Sakit Tipe D dan Gor Taman Prestasi Senilai Rp54 Miliar Dibatalkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG - Rencana revitalisasi Rumah Sakit Tipe D dan Gor Taman Prestasi di Bontang Lestari dipastikan batal dilaksanakan pada 2026. Kedua proyek itu dicoret dari program pembangunan karena Pemkot Bontang mengalami defisit anggaran.

Kepada Klik Kaltim, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, selain alasan keuangan revitalisasi RS Tipe D  senilai Rp46 miliar juga terpaksa dibatalkan karena penyusunan dokumen revisi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) belum rampung. Selain itu, sisa waktu pelaksanaan yang dinilai tidak mencukupi untuk menyelesaikan proyek. Penundaan pembangunan membuat operasional RS Tipe D juga mundur hingga 2027.

"Sayang banget lah harus ditunda karena persyaratan belum lengkap. Ditambah lagi keuangan juga defisit kan," ucap Neni.

Neni mengungkapkan pembangunan RS Tipe D sebenarnya diperlukan untuk meningkatkan layanan kesehatan, serta mengurai penumpukan pasien yang saat ini berpusat di RSUD Taman Husada.

Selain RS Tipe D, Pemkot Bontang juga mencoret pembangunan renovasi Gor Taman Prestasi di Kelurahan Bontang Lestari. Anggaran Rp8,1 miliar akhirnya tidak digelontorkan karena dialihkan untuk menutupi kekurangan anggaran atau defisit.

Menurut Neni, renovasi GOR juga ditunda karena anggaran yang tersedia belum cukup untuk menyelesaikan perbaikan secara menyeluruh. Jika perbaikan dilakukan secara parsial, dikhawatirkan gedung akan kembali rusak.

"Batal juga Gor itu. Karena belum semua juga di baikin. Nanti kalau separu-separu rusak lagi. Sayang uangnya," sambungnya.

Setelah membatalkan dua proyek ini,  Pemkot Bontang telah menutupi kekurangan uang atau defisit anggaran bernilai Rp100 miliar pada 2026 ini.

"Untuk kekurangannya sudah kami lakukan. Paling banyak memang di program infrastruktur. Terus di belanja rutin juga ada. Seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial," ucapnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR