•   15 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

DPRD Bontang Cecar PLN soal Listrik Padam Bergilir: Punya 3 Pembangkit, Kok Ikut Mati?

Bontang - M Rifki
15 September 2026
 
DPRD Bontang Cecar PLN soal Listrik Padam Bergilir: Punya 3 Pembangkit, Kok Ikut Mati? Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Bontang dengan PLN terkait listrik padam bergilir pada Selasa (15/9/2026). (Klik Kaltim)

BONTANG - Komisi B DPRD Kota Bontang memanggil Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait masalah pemadaman bergilir pada Selasa (15/9/2026) siang.

Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam mengaku heran karena saat ini masyarakat mengeluhkan pemadaman bergilir. Alasannya, terjadi gangguan pada sistem interkoneksi.

Padahal, Bontang memiliki jaringan atau pembangkit sendiri. Di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere.

Pemadaman bergilir ini juga menambah beban masyarakat. Di tengah kondisi cuaca panas ekstrem, pemadaman menjadi pemicu warga banyak melayangkan protes.

Terlebih lagi, akibat listrik bermasalah, pasokan air kepada warga juga turut terdampak.

"Heran dong kalau ada tiga pembangkit, tapi kok matinya masif. Kasihan warga dan pelaku usaha yang merugi. Ini harus dijelaskan. Jangan cuma berlindung di kerusakan jaringan interkoneksi," ucap Rustam.

Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto berharap PLN tidak menambah beban masyarakat. Apalagi, ada 59 ribu sambungan rumah yang terdampak akibat pemadaman bergilir.

"Tolong, warga ini sudah kena dampak air susah, kabut asap dari karhutla, BBM yang sempat sulit. Ini sekarang listrik. Jangan bebani warga lagi," ucap Akhmad Suharto.

Jawaban PLN

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Bontang, Luddie Wied Hardono, mengaku permasalahan gangguan distribusi listrik saat ini di Kalimantan belum optimal.

Gangguan operasional terjadi di sisi pembangkit serta beberapa kegiatan pemeliharaan. Di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kukar dan PLTU KPC di Kutim yang kerusakannya masih ditelusuri.

Kemudian, PLTU Teluk Balikpapan mengalami gangguan akibat kelainan di sisi boiler. Sementara PLTMG Bangkanai mengalami kesulitan suplai bahan baku.

PLN sudah melakukan langkah strategis untuk mengurangi dampak bagi masyarakat. Meski Bontang memiliki empat pembangkit, wilayah ini tetap terdampak akibat terhubung dengan sistem interkoneksi Mahakam.

"Di seluruh Kaltim mereka tergabung. Jadi kalau ada yang rusak, semua jaringan terdampak. PLTU Teluk Kadere dan PLTMG Kanaan juga masuk di interkoneksi itu," ucap Luddie Wied Hardono.

Tindak lanjutnya ialah melakukan pengaturan beban penggunaan jaringan listrik. Sistem interkoneksi ini memiliki batasan. Dengan begitu, Bontang harus melakukan pembatasan penggunaan listrik.

Beban puncak merupakan waktu tertinggi penggunaan listrik. Biasanya terjadi pada pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap hingga akhir September 2026 mendatang.

"Kami menyasar beban paling besar. Di kawasan industri tekanan tinggi Kobexindo Kutim, jadi kami minta kurangi beban. Biar ke warga tidak berdampak besar," sambungnya.

Kemudian, PLN juga meminta pelanggan industri lain untuk menggunakan mesin pembangkitnya secara mandiri. Dengan begitu, beban koneksi Bontang bisa tetap terjaga.

"Ini kami menjaga kestabilan sistem. Biar tidak blackout. Pemadaman bergilir juga tidak mati dua kali dalam sehari. Pemadaman tiga jam setiap jadwal," terangnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR