Menunggak 2 Tahun; Akhirnya PT LBB Lunasi Setoran Rp 2 Miliar ke Pemkot Bontang
Konferensi pers manajemen PT LBB, Komisaris (kiri) Joni Muslim, Direktur (tengah) Hariadi, dan Direktur Perumda AUJ (kanan) Abdu Rahman pada Jumat (4/9/2026) (Klik Kaltim).
BONTANG – PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mengklaim sudah melunasi kewajiban kontribusi tetap kepada Pemerintah Kota Bontang pada 2026 ini.
Komisaris PT LBB Joni Muslim mengatakan, beban pembayaran kontribusi tetap senilai Rp2 miliar sudah termasuk biaya denda selama tiga tahun menunggak.
Tunggakan itu terjadi pada kepemimpinan direktur sebelumnya. Dengan begitu, di bawah kepemimpinan perusahaan yang sudah berganti sejak 2025 lalu, satu per satu kewajiban mulai ditunaikan.
Dirincikan, total kontribusi tetap yang dibayarkan selama tiga tahun bernilai Rp1,4 miliar. Kemudian denda akumulasi sebesar Rp405 juta. Selain itu, terdapat juga bagi hasil 2023 dan 2024 senilai Rp202 juta.
"Alhamdulillah semua sudah clear. Artinya kewajiban kami jalankan beserta dengan denda wajib karena terlambat membayar," ucap Joni Muslim.
Lebih lanjut, PT LBB saat ini berfokus melakukan pembenahan dalam pengelolaan Pelabuhan Loktuan. Terlebih, banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Misalnya, membiayai tunggakan gaji karyawan pada 2025 lalu yang sudah tertunda selama empat bulan, kala itu Rp600 juta.
Kemudian, pembayaran tunggakan pajak yang juga harus diselesaikan. Nilainya Rp180 juta yang harus diselesaikan. Ditambah lagi iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Rp45 juta.
Kemudian, pada 2026 ini PT LBB menargetkan perbaikan fender atau bantalan dermaga di pelabuhan. Pembiayaan itu membutuhkan biaya yang saat ini sedang diperjuangkan. Nilai perbaikan yang dibutuhkan mencapai Rp400 juta.
"Setelah satu tahun kami memimpin, semua masalah mulai terurai. Baru tahun ini kami berani memperbaiki fasilitas," tuturnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: