Pemkot Bontang Anggarkan Rp 20 Juta untuk Dana Pro RT; Neni Sarankan Beli Kursi atau Tenda,
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
BONTANG – Dana Pro RT Plus Bontang mulai berjalan setelah Pemkot dan DPRD mengesahkan APBD Perubahan 2026.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan setiap RT nantinya akan mendapatkan Rp20 juta untuk kegiatan sosial dan ekonomi.
Neni meminta para ketua RT tidak lagi beranggapan dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur fisik. Sebab, dengan anggaran yang relatif kecil, dana itu dinilai tidak mampu memperbaiki banyak item infrastruktur.
Dia meminta para RT mengelola anggaran tersebut untuk membeli fasilitas yang dapat digunakan warga, seperti tenda atau kursi. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai lebih membantu kebutuhan masyarakat sekitar.
"Anggaran terbatas, jadi cuma Rp20 juta per RT. Lebih baik dipakai untuk beli tenda, terpal atau kursi. Lebih bermanfaat. Biar infrastruktur nanti OPD teknis yang mengurusi," ucap Neni usai pengesahan Raperda APBD Perubahan 2026, Selasa (15/9/2026) malam.
Lebih lanjut, Neni mengaku mendapatkan banyak laporan ketua RT justru menggunakan anggaran tersebut untuk kegiatan urban farming dan peternakan ayam. Namun, Neni mengaku tidak sepakat dengan penggunaan anggaran untuk kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan peternakan ayam membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga sulit berjalan optimal jika hanya mengandalkan anggaran Rp20 juta. Belum lagi, keberadaan kandang yang dekat dengan permukiman berpotensi membuat warga sekitar terdampak.
Alasan tidak menyarankan urban farming lantaran Neni telah mendapatkan evaluasi di tingkat kelurahan. Kegiatan urban farming pada 2025 lalu dinilai banyak yang tidak berhasil dikelola dengan baik.
"Sudah lah. Urban farming di 2025 saja banyak yang gagal. Sayang uangnya. Mending dipakai yang bermanfaat saja," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: