•   03 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

RSUD Taman Husada Larang Anak di Bawah 12 Tahun Menjenguk Pasien di Kamar Inap

Bontang - M Rifki
03 Agustus 2026
 
RSUD Taman Husada Larang Anak di Bawah 12 Tahun Menjenguk Pasien di Kamar Inap Ruang perawatan RSUD Taman Husada Bontang (Ist).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang menerapkan aturan bagi anak berusia di bawah 12 tahun untuk tidak masuk ke ruang perawatan pasien rawat inap di jam besuk. 

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, Suhardi, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan anak. Pasalnya, lingkungan rumah sakit memiliki risiko paparan berbagai penyakit yang dapat menular kepada anak.

"Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan masuk ke kamar perawatan pasien. Ini untuk mencegah risiko penularan penyakit kepada anak," kata Suhardi.

Lebih lanjut, metabolisme anak belum, benar-benar bisa terkontrol, saat langsung berinteraksi dengan pasien yang sedang sakit. Karena itu, pihak rumah sakit berupaya membatasi akses anak ke ruang perawatan pasien.

Sebagai alternatif, RSUD Taman Husada menyediakan ruang tunggu khusus bagi anak di lantai dasar. Di lokasi tersebut, anak dapat menunggu keluarga yang sedang menjenguk atau menjalani perawatan sembari melakukan aktivitas bermain.

"Kami juga menyiapkan ruang tunggu anak di lantai dasar. Jadi, anak tetap bisa menunggu dengan nyaman tanpa harus masuk ke ruang perawatan," ujarnya.

Suhardi menambahkan, pengawasan terhadap akses masuk ke ruang perawatan juga diperketat. Petugas keamanan diminta memastikan aturan tersebut berjalan untuk mencegah anak-anak masuk ke area kamar pasien.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga lingkungan ruang perawatan tetap aman sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit, khususnya terhadap anak-anak yang berkunjung ke rumah sakit.

"Kami tidak bisa bertanggung jawab ketika ada insiden yang justru merugikan anak," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR