Warga Terpaksa Begadang Tunggu Air Mengalir, PDAM Sebut Distribusi Terganggu Pemadaman Listrik
Kantor PDAM Bontang. (Ist)
BONTANG - Sejumlah warga Bontang ramai-ramai mengkritik distribusi air yang sudah jarang menyala dalam kurun waktu sepekan.
Bahkan, sebagian warga mencurahkan keluhan itu melalui laman media sosialnya. Ari salah satunya. Warga Kelurahan Bontang Baru ini mengklaim sudah begadang setiap malam untuk menunggu air mengalir.
Usaha begadangnya pun sia-sia. Sampai pukul 02.00 Wita, air di rumahnya tak kunjung mengalir.
"Begadang tak ada gunanya namanya ini. Terus kami mau mandi dan memasak pakai apa," ucapnya.
Hal serupa juga dirasakan Ridwan, warga Kelurahan Api-Api. Ia mengaku air PDAM di rumahnya menyala, namun tidak sekencang biasanya.
Walhasil, air yang ditadah di bawah harus diangkut perlahan ke dalam bak mandi.
"Saya pikul air ke bak. Karena air mengalir di keran bagian bawah saja," terangnya.
Perumdam Tirta Taman pun angkat bicara terkait banyaknya keluhan pelanggan akhir-akhir ini. Direktur Perumdam Tirta Taman Suramin mengatakan, alasan kecepatan air berkurang karena sengaja dibatasi akibat kemarau panjang.
Kemudian, masalah semakin kompleks karena adanya pemadaman bergilir dari PLN. Walhasil, pompa milik Perumdam Tirta Taman mati selama pemadaman listrik.
Belum lagi persoalan pipa bocor akibat proyek pengerjaan drainase di Kelurahan Api-Api. Akibatnya, petugas harus berjibaku memperbaikinya terlebih dahulu.
"Penormalan butuh waktu. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanannya. Kalau ada keluhan, silakan lapor di 081253787420," ucap Suramin. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: