•   15 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Liputan Khusus HIV

Apa Itu ARV Obat ‘Penyelamat’ Bagi ODHIV dan Bagaimana Kondisinya di Kaltim ?

Kaltim - Redaksi
14 Juli 2026
 
Apa Itu ARV Obat ‘Penyelamat’ Bagi ODHIV dan Bagaimana Kondisinya di Kaltim ? Ilustrasi AI

KLIKKALTIM – Kabar baik datang dari upaya pengendalian HIV di Kalimantan Timur. Sekitar 93 persen Orang dengan HIV (ODHIV) yang telah menjalani pemeriksaan viral load (VL) berhasil mencapai kondisi viral load tersupresi, sebuah indikator bahwa pengobatan antiretroviral (ARV) berjalan efektif.

Jumlah penderita HIV yang telah mencapai viral load tersupresi sebanyak 1.475 orang dari total yang menjalani tes VL 1.583 orang. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Taman Husada Bontang, dr. Diyah Sawitri, Sp.PD, menjelaskan bahwa viral load adalah jumlah virus HIV di dalam darah yang diukur melalui pemeriksaan laboratorium.

Menurutnya, seseorang dinyatakan mengalami viral load tersupresi ketika jumlah virus HIV berhasil ditekan hingga sangat rendah, bahkan tidak lagi terdeteksi oleh alat pemeriksaan laboratorium. Kondisi tersebut menjadi indikator utama keberhasilan terapi ARV.

"Obat ARV bekerja menekan perkembangbiakan virus HIV. Target pengobatan adalah membuat jumlah virus tidak bertambah, bahkan turun hingga tidak terdeteksi. Semakin sedikit jumlah virus di dalam tubuh, semakin kecil pula risiko penularannya," ujarnya.

Capaian 93 persen ODHIV dengan viral load tersupresi dinilai sangat penting dalam pengendalian epidemi HIV. Sebab, semakin banyak pasien yang berhasil menekan jumlah virusnya, maka potensi penularan HIV di masyarakat juga akan terus menurun.

Tak Terdeteksi = Tak Menularkan 

dr. Diyah menjelaskan, ODHIV yang berhasil mempertahankan viral load tidak terdeteksi secara konsisten tidak lagi menularkan HIV kepada pasangan seksualnya. Konsep ini dikenal secara internasional sebagai Undetectable = Untransmittable (U=U) atau Tidak Terdeteksi = Tidak Menularkan (TDTM).

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. ODHIV harus rutin mengonsumsi ARV sesuai jadwal dan menjalani pemeriksaan viral load secara berkala, umumnya setiap enam hingga 12 bulan. 

Meski demikian, konsep U=U hanya berlaku untuk penularan melalui hubungan seksual. HIV masih dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Selain itu, kondisi viral load tidak terdeteksi juga tidak melindungi seseorang dari infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

dr. Diyah menegaskan, kondisi viral load tidak terdeteksi bukan berarti HIV telah sembuh.

"HIV sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Virusnya masih tetap ada di dalam tubuh, hanya jumlahnya berhasil ditekan hingga sangat sedikit. Jika pasien menghentikan terapi ARV, virus akan berkembang kembali, daya tahan tubuh menurun, dan risiko penularan meningkat," jelasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR