•   15 July 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Liputan Khusus HIV

Bisakah ODHIV Punya Anak dan Istri Tanpa Tertular, Begini Tanggapan Dokter

Kaltim - Redaksi
14 Juli 2026
 
Bisakah ODHIV Punya Anak dan Istri Tanpa Tertular, Begini Tanggapan Dokter Ilustrasi AI

KLIKKALTIM - Meski belum dapat disembuhkan, ODHIV yang disiplin menjalani terapi ARV memiliki peluang hidup yang panjang dan produktif. Menurut dr. Diyah, ketika jumlah virus berhasil ditekan, sistem kekebalan tubuh dapat kembali bekerja dengan baik sehingga risiko infeksi oportunistik maupun komplikasi lain menjadi jauh lebih kecil. 

"Jika rutin minum ARV, kondisi kesehatan ODHIV dapat tetap terjaga sehingga harapan hidupnya bisa mendekati orang yang tidak terinfeksi HIV," katanya.

Kondisi viral load tidak terdeteksi juga menjadi syarat penting bagi ODHIV yang ingin memiliki keturunan karena risiko penularan kepada pasangan maupun bayi dapat ditekan seminimal mungkin dengan pendampingan medis.

Menurut dr. Diyah, pada dasarnya setiap ODHIV memiliki peluang yang sama untuk mencapai viral load tidak terdeteksi.

Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan mengonsumsi ARV setiap hari, kondisi gizi yang baik, serta penanganan infeksi lain yang mungkin menyertai HIV, seperti tuberkulosis (TB) atau infeksi oportunistik lainnya.

Di sisi lain, dr. Diyah mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada ODHIV karena ketakutan yang berkembang selama ini banyak didasarkan pada informasi yang keliru.

Secara medis, HIV hanya menular melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian, penularan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan atau menyusui tanpa pencegahan, serta transfusi darah yang tidak aman. 

Saat ini, seluruh darah donor telah melalui proses skrining HIV sehingga risiko penularan melalui transfusi sangat kecil. "HIV tidak menular karena berjabat tangan, bekerja bersama, tinggal serumah, berbagi makanan, ataupun berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Ia berharap masyarakat memberikan dukungan kepada ODHIV agar tetap menjalani pengobatan secara rutin. Sebab, tidak semua orang tertular HIV akibat perilaku berisiko. Banyak pula istri, suami, maupun anak yang terinfeksi karena tertular dari pasangan atau orang tuanya.

"Informasi yang benar akan mengurangi stigma. Dengan dukungan keluarga dan masyarakat, ODHIV dapat menjalani pengobatan secara berkelanjutan, tetap produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR