Dewan Minta Pemkot Perketat Distribusi Gas Subsidi; Harusnya Rp 21 Ribu, Warga Beli Rp 30 Ribu
Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Suharno
BONTANG - Harga tabung gas 3 kilogram mencapai Rp 30 ribu di Bontang mendapat atensi dewan. Barang subsidi yang seharusnya dijual Rp 21 ribu ini melejit di pasaran karena 'permainan' oknum pengecer.
Anggota Komisi B DPRD Bontang Suharno meminta agar pengawasan rantai distribusi barang subsidi lebih diperketat, kalau perlu pemerintah memiliki tim khusus mengawasi peredaran gas melon ini.
“Kalau distribusinya berjalan normal, seharusnya harga tetap terkendali. Ini yang perlu dicari, di titik mana kenaikan harga itu terjadi,” katanya, Senin (15/6/2026).
Dia bilang, pemerintah bersama instansi terkait perlu melakukan audit dan pengawasan lebih ketat terhadap jalur distribusi LPG subsidi, mulai dari agen, pangkalan hingga penjualan ke masyarakat.
Politisi Partai PKS ini menegaskan, fokus utama bukan pada siapa yang menjual, melainkan memastikan gas subsidi dapat diterima masyarakat dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan.
Selain itu, Suharno meminta setiap temuan pelanggaran distribusi maupun penjualan di atas harga yang ditetapkan diumumkan secara terbuka agar menjadi efek jera.
“Kalau ada yang terbukti melanggar, harus diberikan sanksi sesuai aturan. Masyarakat juga berhak mengetahui penyebab harga bisa melambung,” jelasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: