13 Siswa SMP Vidatra Masih Terbaring di Rumah Sakit, Pihak Sekolah Pertanyakan Kompensasi Biaya Perawatan
Kepala Sekolah SMP Vidatra Mohammad Solikhin saat menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi bersama SPPG Kota Bontang. (Klik Kaltim)
BONTANG – Pihak sekolah SMP Vidatra mencatat setidaknya 13 siswa masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Badak LNG pascamengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/8/2026).
Di hadapan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) regional maupun daerah, Kepala Sekolah SMP Vidatra Mohammad Solikhin mempertanyakan kepastian kompensasi biaya perawatan para siswa di rumah sakit.
Sebab, tidak seluruh siswa yang menjalani perawatan merupakan anak karyawan. Sebagian lainnya merupakan siswa penerima beasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Masih 13 orang, Pak, yang dirawat. Kami minta kepastian siapa yang membiayai perawatan mereka selama di rumah sakit," ucap Mohammad Solikhin.
Lebih lanjut, atas insiden tersebut, Yayasan Vidatra telah mengeluarkan surat untuk menghentikan sementara distribusi MBG hingga ada kepastian secara klinis mengenai keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Solikhin menjelaskan, Yayasan Vidatra sejak awal menerima program MBG karena mendukung program pemerintah. Terlebih, tidak seluruh siswa di sekolah tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kelas atas. Sebagian siswa merupakan penerima beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
"Kami ini mendukung program pemerintah. Jadi sebagai warga negara kami harus dukung. Tapi kemarin memang makanannya membuat 36 siswa harus mengalami mual dan muntah," sambungnya.
Diketahui, sebanyak 36 siswa dan guru SMP Yayasan Vidatra mengalami keluhan mual dan muntah pada Senin (10/8/2026). Dari jumlah tersebut, 23 orang harus dilarikan ke rumah sakit, sementara lainnya mendapat observasi di lingkungan sekolah.
"Kami kan kerja sama dengan RS perusahaan. Jadi wajar mereka kami bawa ke sana karena ini prosedur pertolongan pertama," sambungnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyampaikan biaya perawatan para siswa tersebut untuk sementara akan ditanggung Pemkot Bontang.
Selain itu, Agus Haris meminta SPPG bertanggung jawab atas insiden yang terjadi dan merugikan para penerima manfaat. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab penyedia makanan MBG.
"Kalau yang sekarang kami tanggung jawab. Bagaimana nantinya akan ditindaklanjuti," ucap Agus Haris.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: