•   30 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Setelah Disanksi; 2 Dapur MBG yang Sebabkan Keracunan Kembali Beroperasi Lagi

Bontang - M Rifki
29 September 2026
 
Setelah Disanksi; 2 Dapur MBG yang Sebabkan Keracunan Kembali Beroperasi Lagi Dua SPPG di Bontang kembali beroperasi pasca sebulan tutup karena kasus keracunan (Klik Kaltim).

BONTANG - Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang yang sempat dihentikan karena kasus keracunan akhirnya mulai beroperasi kembali salurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejak September 2026.

Dua dapur itu di antaranya SPPG Bontang Selatan 5 di Kelurahan Berebas Tengah dan SPPG Bontang Utara 2 di Kelurahan Api-Api. Kedua dapur itu pun memiliki pimpinan baru dari wilayah luar Bontang. Pejabat lama dimutasi dan dipindahkan tugas akibat insiden keracunan.

SPPG Bontang Selatan 5 diketahui sudah beroperasi sejak Selasa (22/9) pekan lalu. Sementara SPPG Bontang Utara 2 baru beroperasi pada Selasa (29/9/2026).

Dalam pengoperasiannya, para petugas dapur pun diminta memperketat kontrol kualitas. Mulai dari drop bahan baku, pencucian, pengeringan, produksi atau memasak, pendinginan, hingga pemorsian dilakukan di ruang terpisah.

Kepala SPPG Bontang Selatan 5 Charles Mikelos mengatakan, di dapur yang ia pimpin setiap hari memasak sebanyak 1.121 porsi yang disalurkan ke 11 kelompok.

Sementara untuk sekolah di dalam kompleks PT Badak LNG masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

"Pada tahap awal kami kirim yang sudah setuju disalurkan lagi. Sisanya menunggu," ucap Charles.

Pengoperasian awal pasca sebulan ditutup juga mulai berlangsung di SPPG Bontang Utara 2. Dari pantauan Klik Kaltim, para juru masak dan relawan bersiap mulai mendistribusikan ompreng berisi MBG.

Kepala SPPG Bontang Utara 2 Jean Stevenly mengatakan, untuk hari pertama ini total ada 1.455 porsi yang diproduksi. Jumlah ini jauh berkurang dari sebelum ada sanksi yang bisa mencapai 2.477 porsi setiap harinya.

Untuk saat ini, total masih tiga sekolah yang mengirimkan data penerima, di antaranya SMP Negeri 1, SD Bintang, dan SMP Bintang. Serta empat posyandu, yakni Tulip, Wijaya Kusuma, Permai Indah dan Lili.

"Untuk SD Negeri 012 Bontang Selatan mereka pindah ke dapur dekat sana. Jadi jumlah penerima kami berkurang," ucap Stevenly.

Lebih lanjut, untuk peraturan terbaru, waktu memasak hingga makanan dibagikan hanya memakan waktu empat jam. Setelah waktu tersebut ditempuh, ompreng akan kembali ditarik ke dapur.

Hal itu bertujuan untuk mengurangi risiko penerima manfaat mengalami kasus keracunan. Terlebih, hasil evaluasi kemarin menunjukkan para korban yang mengeluhkan mual waktunya sudah di luar jam operasional dapur.

"Sudah lebih ketat lagi. Relawan masak sampai pendistribusian dan penarikan hanya dikasih waktu empat jam. Setelah itu makanan ditarik ke dapur. Makanan juga dilarang dibawa pulang," sambungnya.






TINGGALKAN KOMENTAR