Dua Dapur yang Sebabkan 83 Orang Keracunan MBG Siap-Siap Beroperasi Kembali; Mulai Perbaiki Fasilitas
Salah satu dapur yang menyebabkan para murid keracunan di Bontang mulai merenovasi fasilitasnya. (Dok)
BONTANG- Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup setelah kasus keracunan 83 penerima manfaat mulai bersiap operasi kembali.
Pengelola mulai membenahi fasilitas untuk mendukung pengoperasian dapur MBG.
Dari pantauan Klik Kaltim, dua dapur itu di antaranya SPPG Bontang Utara 2 dan SPPG Bontang Selatan 5 yang sedang diperbaiki di beberapa bagian.
Untuk SPPG Bontang Utara 2, renovasi dilakukan pada area pemorsian, gudang kering, dan gudang basah. Perbaikan itu berdasarkan catatan dari pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan.
Kepala SPPG Bontang Utara 2 Muhammad Rezky mengatakan, setelah seluruh renovasi selesai, pihaknya akan melaporkan hasil perbaikan kepada pimpinan. Setelah itu, SPPG menunggu lampu hijau untuk kembali mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami perbaiki dulu sebelum beroperasi. Ini diperbaiki semua, baru akan dilaporkan ke pimpinan," kata Rezky.
Sebelumnya diberitakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Kaltim akhirnya buka suara terkait insiden keracunan yang menyebabkan 83 orang menjadi korban.
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, sanksi yang diberikan ialah menutup dua dapur yang menjadi penyebab keracunan selama sebulan.
Dapur yang ditutup di antaranya SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, dan SPPG Bontang Selatan 5 di Kelurahan Berebas Tengah.
Imbas penutupan dua dapur itu, sebanyak 5 ribu penerima manfaat tidak akan disuplai Makanan Bergizi Gratis (MBG) sampai evaluasi selesai dilakukan.
"Sanksi berupa pemberhentian dua dapur selama sebulan. Ini sudah keputusan yang diambil untuk evaluasi sistem pengelolaan MBG. Kami juga meminta maaf atas insiden tersebut," ucap Surya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: